Orang Bisa Terinfeksi 2 Varian Baru Virus Corona Sekaligus, Apa Efeknya?

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 07 Maret 2021 | 08:11 WIB
Orang Bisa Terinfeksi 2 Varian Baru Virus Corona Sekaligus, Apa Efeknya?
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Suara.com - Sejumlah varian baru virus corona Covid-19 telah ditemukan di berbagai belahan dunia. Varian baru ini pun telah menimbulkan kekhawatiran.

Awalnya, varian baru virus corona ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan. Kemudian, para ahli kembali menemukan varian baru virus corona Brasil.

Varian baru virus corona ini sempat dinilai lebih menular daripada bentuk aslinya. Lalu, bagaimana jika seseorang terinfeksi dua varian baru virus corona sekaligus?

Dosen senior biologi molekuler di De Montfort University, Maitreyi Shivkumar mengatakan banyak infeksi varian baru virus corona, ada seseorang bisa jadi hasil koinfeksi oleh garis keturunan yang berbeda.

Maitreyi mengungkapkan hal tersebut, setelah Public Health England (PHE) mengungkakan bahwa varian baru virus corona masih diselediki. PHE mengatakan 16 kasus varian baru virus corona dikenal sebagai VUI-202102/04 telah terdeteksi.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Prof Shivkumar menjelaskan bahwa varian baru muncul ketika virus corona bermutasi dan penyebarannya di seluruh dunia bisa mengalami perubahan besar pada profil genetiknya.

"Ketika dua virus menginfeksi sel yang sama, mereka bisa menukar sebagian besar genomnya dan membuat urutan baru," jelas Prof Shivkumar dikutip dari The Sun.

Prof Shivkumar menyoroti penemuan baru-baru ini di Brasil, di mana para ilmuwan baru-baru ini melaporkan bahwa dua orang telah terinfeksi dua varian baru virus corona pada waktu bersamaan.

Mereka telah terinfeksi varian baru virus corona Brasil yang dikenal sebagai B.1.1.28 (E484K) dan varian baru VUI-NP13L yang ditemukan di Rio Grande do Sul.

baca juga

Gejala utama virus corona Covid-19 adalah batuk terus-menerus, demam tinggi, hilangnya indra penciuman dan perasa. Sebelumnya, para ahli juga mengungkapkan bahwa varian baru virus corona Inggris bisa menimbulkan gejala yang berbeda, termasuk sakit tenggorokan, kelelahan, dan nyeri otot.

Tapi, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa gejala varian baru virus corona Afrika Selatan dan Brasil berbeda dari tiga gejala Covid-19 yang sudah disorot oleh NHS.

Di samping itu, peneliti Brasil yang menemukan dua kasus infeksi varian baru virus corona dalam satu waktu mengklaim, gejala yang dialami pasien tersebut berbeda dengan kombinasi virus yang berbeda atau tidak.

"Koinfeksi ini tampaknya tidak berpengaruh pada tingkat keparahan penyakit pasien. Kedua pasiennya ini juga sembuh tanpa perawatan di rumah sakit," jelasnya.

Artinya, dua pasien yang terinfeksi dua varian baru virus corona sekaligus ini tidak jauh berbeda dengan pasien Covid-19 lainnya.

Meski begitu, kasus infeksi dua jenis varian baru virus corona sekaligus memiliki perbedaan mengenai seberapa efektifnya pengobatan medis

Varian yang hidup berdampingan ini dapat mempengaruhi bagaimana penyakit berkembang atau seberapa baik pengobatan bekerja

"Deteksi beberapa varian pada seseorang bisa jadi hasil koinfeksi oleh varian yang berbeda atau generasi mutasi dalam pasien setelah infeksi awal," kata Prof Shivkumar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Status Pandemi Dicabut, Perawatan Pasien Covid-19 Bakal Ditanggung BPJS

Status Pandemi Dicabut, Perawatan Pasien Covid-19 Bakal Ditanggung BPJS

News | Kamis, 22 Juni 2023 | 06:02 WIB

INFOGRAFIS Tutupnya Operasional RSDC Wisma Atlet Kemayoran

INFOGRAFIS Tutupnya Operasional RSDC Wisma Atlet Kemayoran

Infografis | Kamis, 06 April 2023 | 15:12 WIB

Yang Tertinggal, Bekas Pusat Isolasi Pasien Covid-19 Saat Pandemi

Yang Tertinggal, Bekas Pusat Isolasi Pasien Covid-19 Saat Pandemi

News | Selasa, 04 April 2023 | 19:26 WIB

Kini Resmi Ditutup, Kilas Balik Sejarah Wisma Atlet Hingga Jadi RS Darurat Covid-19

Kini Resmi Ditutup, Kilas Balik Sejarah Wisma Atlet Hingga Jadi RS Darurat Covid-19

News | Sabtu, 01 April 2023 | 12:16 WIB

Pasien COVID-19 Bertambah 222 Orang Hari Ini, Warga DIminta Tidak Lengah

Pasien COVID-19 Bertambah 222 Orang Hari Ini, Warga DIminta Tidak Lengah

News | Senin, 13 Maret 2023 | 23:28 WIB

Kasus Kematian Covid-19 Kembali Hantui Jakarta, Dinkes DKI Harap Pemerintah Sediakan Vaksin Booster Anak

Kasus Kematian Covid-19 Kembali Hantui Jakarta, Dinkes DKI Harap Pemerintah Sediakan Vaksin Booster Anak

News | Senin, 20 Februari 2023 | 21:48 WIB

Kabar Gembira Jelang Tahun Baru, RSDC Wisma Atlet Kemayoran Sudah Kosong Pasien Covid-19

Kabar Gembira Jelang Tahun Baru, RSDC Wisma Atlet Kemayoran Sudah Kosong Pasien Covid-19

News | Jum'at, 30 Desember 2022 | 12:48 WIB

Kemenkes: Ratusan Pasien Covid-19 Berkeliaran di Fasilitas Umum dalam Dua Pekan Terakhir

Kemenkes: Ratusan Pasien Covid-19 Berkeliaran di Fasilitas Umum dalam Dua Pekan Terakhir

News | Rabu, 28 Desember 2022 | 19:19 WIB

Mengerikan! Lorong Rumah Sakit Penuh Oleh Pasien Covid-19, Jasad Korban Dibiarkan Bergelimpangan

Mengerikan! Lorong Rumah Sakit Penuh Oleh Pasien Covid-19, Jasad Korban Dibiarkan Bergelimpangan

Health | Selasa, 20 Desember 2022 | 20:02 WIB

Wuhan Promosikan Pariwisatanya, Warganet di Twitter Malah Ngamuk Ingat Awal Mula Virus Corona

Wuhan Promosikan Pariwisatanya, Warganet di Twitter Malah Ngamuk Ingat Awal Mula Virus Corona

Lifestyle | Senin, 05 Desember 2022 | 17:00 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×