Pemerintah Bertekad Perbaiki Layanan Kesehatan Bagi Pasien Ginjal

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Kamis, 11 Maret 2021 | 08:15 WIB
Pemerintah Bertekad Perbaiki Layanan Kesehatan Bagi Pasien Ginjal
Ilustrasi sakit ginjal. [Shutterstock]

Suara.com - Menurut Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Rita Rogayah, prevalensi pasien penyakit ginjal kronik di Indonesia cukup tinggi.

Apalagi penyakit ginjal membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Sayangnya, tidak semua rumah sakit di Indonesia dapat memberi pelayanan penyakit ginjal kronik yang memadai.

"Dan yang penting adalah, bagaimana sumber daya manusia yang berkompeten melakukan pelayanan ginjal ini yang perlu dipikirkan lagi, karena belum memadai jumlahnya," ungkap Rita dalam konferensi pers, Rabu (10/2/2021) kemarin.

Untuk itu, Rita menekankan pentingnya deteksi dini penyakit ginjal sehingga tata laksana pengobatannya bisa dilakukan dengan cepat. "Jadi di sini adalah tanggung jawab kita bagaimana meningkatkan deteksi dini,” paparnya lagi.

Di sisi lain, Rita percaya bahwa upaya untuk menekan angka kematian pasien penyakit ginjal serta memperbaiki kualitas hidup pasien ginjal kronik menjadi tanggung jawab bersama termasuk tanggung jawab pemerintah lewat kampanye gerakan GERMAS atau Gerakan Masyarakat Sehat.

"Ini salah satu yang bisa dilakukan untuk mengetahui penyakit-penyakit yang katastropik dan komorbid, dan jangan terlambat. Di sini sudah dijelaskan bagaimana kita melakukan aktivitas fisik, konsumsi yang seimbang, lingkungan kita, dan bagaimana edukasi dan perilaku hidup sehat," ungkapnya.

Untuk penguatan pelayanan kesehatan ginjal di Indonesia, Rita mengaku harus melakukan beberapa kegiatan dan regulasi termasuk memperbaiki sistem informasinya, meningkatkan akses fasilitas kesehatan, serta meningkatkan sarana dan prasarana, peralatan, dan Sumber Daya Manusia.

"Penting juga, mutu yang ada di fasilitas kesehatan tersebut. Ini diharapkan dapat terwujudnya akses pelayanan ginjal di pelayanan dasar dan rujukan yang berkualitas. Sehingga masyarakat betul-betul mendapat pelayanan yang bermutu," tandasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tingkatkan Kualitas Hidup, Pasien Ginjal Harus Berdamai dengan Penyakit

Tingkatkan Kualitas Hidup, Pasien Ginjal Harus Berdamai dengan Penyakit

Health | Rabu, 10 Maret 2021 | 18:55 WIB

Dokter Ingatkan Pentingnya Peran Keluarga dalam Merawat Pasien Ginjal

Dokter Ingatkan Pentingnya Peran Keluarga dalam Merawat Pasien Ginjal

Health | Rabu, 10 Maret 2021 | 20:05 WIB

Cuci Darah Makan Biaya Kesehatan Terbesar Keempat BPJS Kesehatan

Cuci Darah Makan Biaya Kesehatan Terbesar Keempat BPJS Kesehatan

Health | Rabu, 10 Maret 2021 | 19:05 WIB

Terkini

Yohanis Agabi Mahuze: Jangan Biarkan Adat Malind Maklew Terputus di Tengah Zaman

Yohanis Agabi Mahuze: Jangan Biarkan Adat Malind Maklew Terputus di Tengah Zaman

Jakarta | Kamis, 10 September 2026 | 08:45 WIB

KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Bogor Mulai Hari Ini

KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Bogor Mulai Hari Ini

News | Kamis, 10 September 2026 | 08:43 WIB

Saat Penerbangan Terganggu, Bus AKAP Jadi Solusi Penyelamat Perjalanan

Saat Penerbangan Terganggu, Bus AKAP Jadi Solusi Penyelamat Perjalanan

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 08:39 WIB

Ulasan Buku Krakatau: Ketika Dunia Meledak, Kisah Letusan Dahsyat 1883

Ulasan Buku Krakatau: Ketika Dunia Meledak, Kisah Letusan Dahsyat 1883

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 08:35 WIB

Bulog Cirebon Kawal Bantuan Pangan ke Masyarakat, Pastikan Beras Diterima Penerima yang Berhak

Bulog Cirebon Kawal Bantuan Pangan ke Masyarakat, Pastikan Beras Diterima Penerima yang Berhak

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:25 WIB

Asing Lepas BBCA hingga ASII, Ini Daftar Saham IHSG Rekomendasi Analis

Asing Lepas BBCA hingga ASII, Ini Daftar Saham IHSG Rekomendasi Analis

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:24 WIB

Anak Krakatau Masih Level Siaga, BNPB Periksa Jalur Evakuasi hingga Sirene Tsunami Banten

Anak Krakatau Masih Level Siaga, BNPB Periksa Jalur Evakuasi hingga Sirene Tsunami Banten

Banten | Kamis, 10 September 2026 | 08:19 WIB

Minyak Brent Tembus 101,84 Dolar AS per Barel akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah

Minyak Brent Tembus 101,84 Dolar AS per Barel akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:13 WIB

Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara

Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 08:10 WIB

Prabowo Puji Demokrat Saat Jadi Oposisi: Tidak Caci Maki dan Bakar-bakar

Prabowo Puji Demokrat Saat Jadi Oposisi: Tidak Caci Maki dan Bakar-bakar

News | Kamis, 10 September 2026 | 08:09 WIB

×