Meghan Markle Dilarang Cari Bantuan Profesional untuk Kesehatan Mentalnya

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Senin, 15 Maret 2021 | 15:20 WIB
Meghan Markle Dilarang Cari Bantuan Profesional untuk Kesehatan Mentalnya
Meghan Markle dan Pangeran Harry

Suara.com - Pekan lalu, Meghan Markle melakukan wawancara ekslusif dengan Oprah Winfrey yang memicu kontroversi antara dirinya dengan keluarga kerajaan Inggris.

Tapi ada satu poin penting dalam wawancara tersebut, yakni bahwa bantuan untuk kesehatan mental masih susah didapat, bahkan jika orang tersebut adalah bagian dari keluarga kerajaan Inggris.

Sang Duchess menggambarkan dirinya sebagai korban Istana Buckingham yang telah menekan kebebasan pribadinya dan istana juga mengkhawatirkan kulit gelap putranya kelak, mengingat Meghan merupakan keturunan orang berkulit hitam.

Pengalaman ini sangat memengaruhi kesehatan mentalnya, menimbulkan pikiran bunuh diri yang membuat istri Pangeran Harry tersebut tidak bisa dibiarkan seorang diri tanpa pengawasan.

"Saya benar-benar malu mengatakannya saat itu, dan malu harus mengakuinya terutama kepada Harry, karena saya tahu betapa kehilangan yang dia derita," kata Meghan, dilansir CNN.

Cuplikan trailer wawancara Pangeran Harry dan Meghan Markle di acara Oprah. (Instagram/@cbstv)
Cuplikan trailer wawancara Pangeran Harry dan Meghan Markle di acara Oprah. (Instagram/@cbstv)

"Tapi aku tahu jika aku tidak mengatakannya, aku akan melakukannya (bunuh diri). Dan aku hanya tidak ingin hidup lagi," sambungnya.

Sang Duchess pun sempat memberi tahu istana bahwa ia membutuhkan bantuan profesional untuk kesehatan mentalnya. Alih-alih diperbolehkan, istana mengatakan Meghan tidak bisa melakukannya karena tidak baik untuk nama institusi.

Profesor pendidikan psikologi dan studi Afrika Amerika di University of Illinois di Urbana-Champaign, Helen Neville, mengatakan ini disebabkan oleh stigma yang muncul pada orang berstatus seperti Meghan.

"Stigma berdampak pada semua orang, dan mungkin, orang yang paling tidak kita duga juga akan terdampak. Ini seperti saat kita sakit flu biasa, kita semua rentan terhadapnya," tutur psikolog Hector Adames, profesor di departemen psikologi konseling di The Chicago School of Professional Psychology.

baca juga

Apa yang ditegaskan kembali dalam wawancara Meghan ini adalah bahwa tantangan untuk mendapatkan dukungan profesional bersifat universal, apa pun statusnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantah Klaim Rasial Meghan Markle, Pemimpin BAME: Saya Tak Percaya!

Bantah Klaim Rasial Meghan Markle, Pemimpin BAME: Saya Tak Percaya!

News | Senin, 15 Maret 2021 | 13:37 WIB

Kate Middleton Pakai Pink saat Heboh Meghan Markle vs Istana, Ini Maknanya

Kate Middleton Pakai Pink saat Heboh Meghan Markle vs Istana, Ini Maknanya

Lifestyle | Sabtu, 13 Maret 2021 | 18:30 WIB

Soal Rasis, Charlie Hebdo Bikin Karikatur Ratu Inggris Cekik Meghan Markle

Soal Rasis, Charlie Hebdo Bikin Karikatur Ratu Inggris Cekik Meghan Markle

News | Jum'at, 12 Maret 2021 | 15:32 WIB

Terkini

10 Pilihan Sabun Cuci Muka untuk Jerawat, Bantu agar Tidak Semakin Meradang

10 Pilihan Sabun Cuci Muka untuk Jerawat, Bantu agar Tidak Semakin Meradang

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 07:45 WIB

Progres Underpass Bitung Capai 70,7 Persen, Ditargetkan Rampung Februari 2027

Progres Underpass Bitung Capai 70,7 Persen, Ditargetkan Rampung Februari 2027

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 07:30 WIB

Sambut HUT Meranti, Sejumlah Praktisi Hukum Bentuk LBH Tanah Jantan

Sambut HUT Meranti, Sejumlah Praktisi Hukum Bentuk LBH Tanah Jantan

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 07:24 WIB

Iran Klaim Dua Kapal Tanker Terbakar Dihantam Ranjau di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia Terancam

Iran Klaim Dua Kapal Tanker Terbakar Dihantam Ranjau di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia Terancam

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 07:20 WIB

Cara Tambah Anggota Keluarga atau Bayi Baru Lahir di KK, Ini Syarat dan Prosedurnya

Cara Tambah Anggota Keluarga atau Bayi Baru Lahir di KK, Ini Syarat dan Prosedurnya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 06:31 WIB

5 Rekomendasi Sampo Anti Ketombe yang Bisa Dipakai Setiap Hari, Tak Bikin Iritasi

5 Rekomendasi Sampo Anti Ketombe yang Bisa Dipakai Setiap Hari, Tak Bikin Iritasi

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 06:21 WIB

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur hingga 5 Kilometer

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur hingga 5 Kilometer

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 06:00 WIB

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 01:49 WIB

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

News | Sabtu, 07 November 2026 | 01:37 WIB

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

×