Kualitas SDM Indonesia untuk Tes PCR Covid-19 Jadi Masalah Terbesar

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 16 Maret 2021 | 14:53 WIB
Kualitas SDM Indonesia untuk Tes PCR Covid-19 Jadi Masalah Terbesar
Dokter Andani Eka Putra. [Dok.Klikpositif.com]

Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 sudah berlangsung setahun lebih di Indonesia, berbagai upaya pencegahan dan penanganan pun sudah dilakukan pemerintah dan tenaga ahli di seluruh Indonesia.

Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Bidang Penanganan Covid-19, Andani Eka Putra pun membahas seberapa pentingnya kecepatan dan ketepatan laboratorium dalam pemeriksaan sampel virus corona Covid-19 sejak awal hingga sekarang.

Andani Eka mengatakan bahwa kecepatan pemeriksaan sampel manusia untuk mendeteksi virus corona tergantung pada metodenya, yakni manual atau otomatis.

Pada pemeriksaan sampel melalui tes polymerase chain reaction (PCR), sebanyak 94 hingga 96 sampel bisa saja selesai dalam waktu 2 jam. Tapi, pemeriksaan melalui metode PCR ini mengalami keterlambatan karena telah terjadi overload.

"Kalau mereka bisa menyelesaikan 200-300 sampel per hari, tapi dikasih 500 sampel per hari. Maka sisanya akan tertahan dan besok nambah lagi nambah lagi yang menyebabkan keterlambatan," kata Andani Eka Putra dalam talkshow BNPB tentang 'Pengambilan Keputusan dalam Situasi Darurat' Selasa (16/3/2021).

Andani Eka Putra (Youtube BNPB Indonesia)
Andani Eka Putra (Youtube BNPB Indonesia)

Namun, Andani mengatakan bahwa masalah terbesar yang memengaruhi pemeriksaan sampel virus corona Covid-19 adalah sumber daya manusia (SDM) yang bekerja.

Masalah SDM ini pula yang memengaruhi kualitas pemeriksaan sampel virus corona, karena berkaitan dengan kemampuan dan perlengkapan mereka.

"Kualitas lebih banyak ditentukan oleh SDM dan ini yang menjadi permasalahan kita. Kalau saya bilang Covid-19 ini ibarat pertempuran dan pemeriksaan PCR adalah bagian dari pertempuran itu. Tapi, orang pergi perang tidak punya perlengkapan bagus, tidak punya kemampuan bagus, tidak bisa menembak malah," ujarnya.

Sedangkan, pemeriksaan virus corona ini perlu penelitian virus melalui RNA (ekstraksi asam ribonukleat), yang tingkat kesulitan dan kontaminasinya tinggi.

baca juga

Pelatihan mengenai hal ini memang sudah ada, tapi tidak semua orang bisa melakukannya. Karena, persoalan ini membutuhkan pelatihan terus-menerus, yang tidak cukup hanya satu atau dua kali.

Oleh sebab itulah, Andani menegaskan bahwa SDM merupakan masalah terbesar dalam memengaruhi kecepatan, ketepatan dan kualitas pemeriksaan sampel virus corona Covid-19 melalui metode PCR.

"Risiko terbesarnya adalah risiko kontaminasi. Jadi, kalau saya ditanya masalah paling besar, ya di SDM kerjanya yang paling fatal. Karena, tidak semua orang punya kebiasaan bekerja tes molekuler, khususnya RNA," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Ada Vaksin Covid-19, Menhub Klaim Banyak Warga Ngebet Mudik Lebaran

Usai Ada Vaksin Covid-19, Menhub Klaim Banyak Warga Ngebet Mudik Lebaran

News | Selasa, 16 Maret 2021 | 12:41 WIB

Quicktest DIklaim Berikan Hasil Test Covid-19 Lebih Cepat

Quicktest DIklaim Berikan Hasil Test Covid-19 Lebih Cepat

Bisnis | Selasa, 16 Maret 2021 | 12:50 WIB

Geger Alat Tes Covid-19 Ramai-ramai Dikembalikan ke BNPB, Ini Kata Satgas

Geger Alat Tes Covid-19 Ramai-ramai Dikembalikan ke BNPB, Ini Kata Satgas

News | Selasa, 16 Maret 2021 | 10:32 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB