Geger Alat Tes Covid-19 Ramai-ramai Dikembalikan ke BNPB, Ini Kata Satgas

Reza Gunadha, Rifan Aditya

Selasa, 16 Maret 2021 | 10:32 WIB
Geger Alat Tes Covid-19 Ramai-ramai Dikembalikan ke BNPB, Ini Kata Satgas
Gudang PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tempat penyimpanan reagen PCR covid-19 yang dikembalikan laboratorium serta rumah sakit. [Suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Ratusan ribu alat tes Covid-19 dari seluruh Indonesia ramai-ramai dikembalikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 169,1 miliar. Alat-alat itu disebut tidak dapat digunakan. Lalu apa kata Satgas Covid-19 terkait kejadian ini?

Tim Satgas Penanganan Covid-19 (2020), Suryopratomo menjelaskan bahwa situasi di awal pandemi sangat keotik. Bahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun tidak punya pegangan yang baku untuk menangani virus corona.

"Kita betul-betul dihadapkan pada kondisi yang sangat menakutkan apalagi di minggu-minggu pertama. Saya masih ingat sembilan dokter harus wafat," kata Suryopratomo dalam video yang diunggah ke YouTube, Senin (15/3/2021).

Menurutnya, satu-satunya cara untuk menangani pandemi covid-19 dimulai dengan tes PCR.

Namun satgas pun mengaku kesulitan mencari reagen tes PCR. Pasalnya, hanya ada dua negara dapat menghasilkan tes PCR saat itu, yaitu China dan Korea.

Suryopratomo enggan disebut bahwa Tim Gugus Tugas melakukan pengadaan tes PCR secara sembrono. Sebab, situasinya saat itu tidak jelas dan Gugus Tugas telah berusaha agar deteksi penularan virus dapat cepat diketahui.

"Lembaga internasional seperti WHO dan UNICEF di awal-awal pandemi tidak pernah mengetahui bagaimana langkah terbaik dalam penanganan Covid-19. Yang dilakuakn oleh Tim Gugus Tugas berorientasi pada bagaimana secepat mungkin kita bisa mengendalikan penularan, mengetahui warga masyarakat yang tertular, sehingga bisa dilakukan isolasi atau karantina," ujar Suryopratomo.

Sementara itu, Tenaga Ahli Ketua Satgas Penangangan Covid-19, dr. M Nasser menjelaskan bahwa reagen Sansure dipilih karena stabil dan lebih cepat.

Nasser mengakui memang ada laporan dari sejumlah laboratorium yang tidak dapat menggunakan reagen Sansure. Penyebabnya, persoalan metode pengerjaan ekstraksi RNA kering dan basah yang tidak dapat dikombinasikan dengan baik.

baca juga

"Pada bulan April-Mei 2020 telah dilakukan distribusi pada 88 laboratorium di 31 provinsi. Ternyata dari sekian laboratorium itu ada sejumlah laboratorium yang tidak dapat mengerjakan," tutur Nasser dalam video klarifikasinya.

Dokter yang juga menjabat sebagai Dewan Pakar IDI ini menegaskan bahwa Satgas telah berkoordinasi dengan BPKP untuk menarik seluruh reagen yang tidak dapat digunakan dan diredistribusi.

"Redistribusi itu sampai akhir tahun 2020, menyisakan 12 laboratorium dan sampai awal tahun 2021 sudah selesai re-distribusi," ujar Nasser.

Reagen merek Sansure Biotech merupakan salah satu alat deteksi covid-19 yang banyak dikembalikan rumah sakit dan laboratorium ke BNPB. BNPB menggandeng PT Mastindo Mulia pada tanggal 22 April 2020 untuk kerja sama pengadaan reagen Sansure dengan total nilai Rp 172,5 miliar.

Selain Sansure, menurut data ICW ada merek reagen lain yang dikembalikan, yaitu Intron, 1.000 unit; Wizprep, 10.000 unit; Seggenne, 300 unit; Liferiver, 2.825 unit; Kogene, 700 unit. Sansure jadi yang terbanyak, 483.819 unit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BNPB: Reagen Sansure Dibeli Karena Situasi Genting Awal Pandemi

BNPB: Reagen Sansure Dibeli Karena Situasi Genting Awal Pandemi

News | Senin, 15 Maret 2021 | 16:04 WIB

Perkuat 3T, DPR Minta Pemerintah Upayakan Hasil Tes PCR Keluar Satu Hari

Perkuat 3T, DPR Minta Pemerintah Upayakan Hasil Tes PCR Keluar Satu Hari

News | Senin, 15 Maret 2021 | 15:40 WIB

Doni Monardo: Indonesia Dapat Reagen Hasil Kerja Sama China dan Korsel

Doni Monardo: Indonesia Dapat Reagen Hasil Kerja Sama China dan Korsel

News | Senin, 15 Maret 2021 | 14:07 WIB

Terkini

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Surakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Sport | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:37 WIB

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

Bogor | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×