Survei: Pandemi Bikin Masalah Kesehatan Gigi Meningkat, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Sabtu, 20 Maret 2021 | 11:45 WIB
Survei: Pandemi Bikin Masalah Kesehatan Gigi Meningkat, Kenapa?
Ilustrasi gigi ngilu (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 telah mengubah gaya hidup banyak masyarakat di seluruh dunia termasuk Indonesia. Penerapan pembatasan sosial membuat masyarakat menjadi lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, apalagi dengan digalakkannya rutinitas work from home.

Namun, ternyata hal itu juga berdampak pada kesehatan gigi dan mulut pasangan. Sebuah survei yang dilakukan GSK Consumer Healthcare bekerjasama dengan perusahaan riset IPSO berusaha mengamati perubahan rutinitas konsumen yang berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulut mereka.

Survei menunjukkan bahwa selama pandemi ada peningkatan konsumsi makanan ringan sebanyak 28 persen, diikuti oleh 26 persen kopi/teh, 14 persen makanan dingin, 22 persen jus kemasan, dan 10 persen minuman ringan. Demikain seperti dalam keterangan yang diterima Suara.com, Sabtu, (20/3/2021).

Ilustrasi gigi. [Shutterstock]
Ilustrasi gigi. [Shutterstock]

Padahal, peningkatan konsumsi jenis makanan dan minuman ini berdampak buruk bagi kesehatan gigi dan mulut, terutama dapat merusak enamel gigi yang tidak dapat dipulihkan secara alami oleh tubuh manusia.

Saat ini, konsumen Indonesia memiliki masalah gigi dan mulut yang tentunya semakin diperburuk dengan mengonsumi makanan dan minuman tersebut; 82 persen mengalami gigi sensitif, 50 persen mengalami gigi berlubang, dan 39 persen mengalami gigi bernoda/kuning yang merupakan tiga masalah gigi yang diakui paling banyak dirasakan oleh konsumen di Indonesia.

Ketika ditanya lebih lanjut tentang bagaimana merawat gigi dan mulut mereka, solusi yang paling banyak digunakan adalah menggosok gigi secara teratur yang dijawab oleh 36 persen responden.

Hal ini tentunya menandakan minimnya upaya atau perawatan khusus yang dilakukan dalam meningkatan kesehatan gigi dan mulut. Lebih lanjut lagi, hanya 6 persen dari konsumen Indonesia yang secara rutin mengunjungi dokter gigi untuk pemeriksaan.

“Pandemi Covid-19 telah mengubah cara kita beraktivitas sehari-hari dan merawat diri. Kami senang melihat semakin banyak masyarakat yang sudah sadar tentang dampak berkepanjangan dari tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut. Namun, masih banyak yang harus kita lakukan. Perawatan gigi dan mulut dan yang baik dan teratur sangat penting untuk kesehatan dalam jangka panjang," kata Keith Choy, Region Head, Asia Pacific, GSK Consumer Healthcare.

“Sebagai ahli di bidang kesehatan gigi dan mulut, GSK Consumer Healthcare hadir membantu konsumen guna meningkatkan perawatan gigi dan mulut melalui kombinasi pemahaman unik terhadap kebutuhan konsumen dengan inovasi ilmiah. Kami berkomitmen untuk terus menemani perjalanan konsumen Indonesia menggapai kesehatan mulut, gigi, serta tubuh yang lebih baik,” tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

30 Persen Orang Indonesia Tidak Sikat Gigi Karena Malas

30 Persen Orang Indonesia Tidak Sikat Gigi Karena Malas

Health | Jum'at, 19 Maret 2021 | 18:30 WIB

Dokter Gigi Cantik Ungkap Alasan Oplas, Ternyata karena Pacar Berondong

Dokter Gigi Cantik Ungkap Alasan Oplas, Ternyata karena Pacar Berondong

Lifestyle | Rabu, 17 Maret 2021 | 15:30 WIB

Doa Gosok Gigi dan Sunnahnya yang Dilakukan Rasulullah

Doa Gosok Gigi dan Sunnahnya yang Dilakukan Rasulullah

News | Selasa, 16 Maret 2021 | 07:12 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB