Ahli Nutrisi Khawatir Angka Obesitas Naik Selama Pandemi Covid-19

Risna Halidi Suara.Com
Sabtu, 27 Maret 2021 | 04:05 WIB
Ahli Nutrisi Khawatir Angka Obesitas Naik Selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi nutrisi (Shutterstock)

Suara.com - Berat badan berlebih atau obesitas menjadi masalah kesehatan yang banyak dibahas selama pandemi COVID-19. Masalah obesitas dipercaya dapat meningkatkan risiko keparahan pasien Covid-19.

Belum lagi, banyak warga dunia yang mengalami kenaikan berat badan selama pandemi akibat kurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan memesan makanan siap saji.

"Dikhawatirkan memang naik (kejadian obesitas) karena pola hidup yang mobilitasnya dibatasi," kata ahli nutrisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc dikutip Suara.com dari  ANTARA, Jumat (26/3/2021).

Saptawati mengatakan ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kenaikan berat badan selama pandemi seperti mengatur jenis energi yang masuk dalam makanan dan memperbanyak aktivitas fisik meski di rumah aja.

Selain itu, menu gizi seimbang harus diperhatikan bukan hanya untuk mengontrol berat badan tapi juga untuk menjaga kesehatan tubuh.

"Memilih makanan pokok sumber karbohidrat yang rendah nilai indek glikemiknya, semisal beras merah, kemudian lauk pauk lebih yang nabati atau hewani rendah lemak dengan pemasakan tanpa digoreng, serta perbanyak sayur dan buah," ujar ahli nutrisi dari Asosiasi Nutrisi Indonesia itu.

Sementara itu, bagi orang yang sudah mengalami kenaikan berat badan yang cukup signifikan berusaha keras untuk menurunkannya. Akan tetapi, banyak jalan pintas yang ditempuh seperti melakukan diet ketat dengan memotong asupan nutrisi tertentu pada tubuh.

Hal ini tentu akan membuat tubuh kekurangan nutrisi sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lain.

Saptawati mengatakan makanan yang masuk ke dalam tubuh harus mengandung zat gizi lengkap jika tidak ingin mengalami malnutrisi. Sebagai perbandingan, jumlah asupan energi dari karbohidrat setidaknya 50-60 persen, protein 15-20 persen dan lemak kurang lebih 30 persen.

Baca Juga: Bill Gates Ungkap Prediksi Dunia Bisa Bebas Pandemi Covid-19

"Sementara sayur dan buah dianggap tidak menyumbang ke asupan energi sehingga bisa dikonsumsi banyak untuk menimbulkan rasa kenyang dan kandungan seratnya dapat bermanfaat bagi kesehatan," kata Saptawati.

Selain itu, diet makanan bukan satu-satunya cara untuk memiliki berat badan yang ideal, olahraga juga harus dilakukan secara teratur.

"Diet dibarengi olahraga sangat penting untuk keberhasilan program penurunan berat badan karena dapat membantu untuk mengeluarkan energi yang berlebihan dari tubuh," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI