Ketua PBB Kritik Negara Kaya yang Timbun Vaksin Covid-19 Melebihi Kebutuhan

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 29 Maret 2021 | 18:35 WIB
Ketua PBB Kritik Negara Kaya yang Timbun Vaksin Covid-19 Melebihi Kebutuhan
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Distribusi vaksin Covid-19 masih belum merata dan didominasi oleh negara-negara kaya. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengkritik kepentingan pribadi negara-negara maju yang memasok vaksin Covid-19 melebihi kebutuhan penduduknya.

"Saya sangat prihatin dengan distribusi vaksin yang sangat tidak adil ini di dunia," kata Guterres dalam wawancara yang disiarkan pada Minggu (28/3) oleh saluran Kanada CBC, dikutip Channel News Asia.

Guterres menegaskan bahwa vaksin Covid-19 dianggap sebagai barang publik secara global, sehingga penyebarannya harus adil.

"Jangan menimbun vaksin! Itu tidak masuk akal," ucapnya.

Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

"Kami telah mengimbau negara-negara maju untuk berbagi beberapa vaksin yang telah mereka beli lebih dari yang mereka butuhkan," imbuhnya.

Guterres menyesalkan bahwa sistem bantuan vaksin COVAX internasional untuk negara-negara berkembang dan miskin jadi mengalami kesulitan karena ada banyak penimbunan dosis.

Dia kembali mengingatkan bahwa mengakhiri pandemi Covid-19 sangat bergantung pada kemungkinan memvaksinasi secepat mungkin populasi di seluruh dunia. Dia memohon dukungan mekanisme dari negara G20 untuk menerapkan rencana vaksinasi global.

Sebelumnya UNICEF, sebagai salah satu inisiator vaksin bantuan COVAX-GAVI telah menyatakan bahwa ada keterlambatan pengiriman vaksin terutama dari produsen AstraZeneca yang dibuat di India.

India menunda pengiriman untuk periode Maret dan April. Indonesia termasuk salah satu negara yang terkena imbas penundaan pengiriman vaksin tersebut.

baca juga

"Kami memahami bahwa pengiriman vaksin Covid-19 ke negara berpenghasilan rendah yang berpartisipasi dalam fasilitas COVAX kemungkinan akan menghadapi penundaan, menyusul kemunduran dalam mendapatkan izin ekspor untuk dosis lebih lanjut vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Serum Institute of India (SII)," kata UNICEF.

"COVAX sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah India dengan tujuan untuk memastikan pengiriman secepat mungkin," lanjutnya.

Sebagaimana diberitakan Reuters, sejak Rabu (24/3) India telah menahan sementara semua ekspor utama dari vaksin AstraZeneca yang dibuat oleh SII untuk memenuhi permintaan domestik karena infeksi meningkat.

UNICEF juga mengatakan bahwa negara-negara peserta COVAX telah diberi tahu tentang persediaan dosis AstraZeneca yang lebih rendah dari perkiraan yang dibuat di Korea Selatan untuk bulan Maret.

"Sejalan dengan tantangan lingkungan pasokan global saat ini, hal ini disebabkan oleh tantangan yang dihadapi perusahaan dalam meningkatkan pasokan dengan cepat dan mengoptimalkan proses produksi untuk pengiriman awal ini," kata UNICEF.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Virus ITB Pastikan Vaksin AstraZeneca Pakai Enzim Tripsin Jamur

Ahli Virus ITB Pastikan Vaksin AstraZeneca Pakai Enzim Tripsin Jamur

Health | Senin, 29 Maret 2021 | 17:10 WIB

DIY Perdana Pakai Vaksin AstraZeneca, Anggota Polda Jadi Sasaran Penerima

DIY Perdana Pakai Vaksin AstraZeneca, Anggota Polda Jadi Sasaran Penerima

Jogja | Senin, 29 Maret 2021 | 15:38 WIB

Sufmi Dasco: Hindari Embargo, Vaksin Dalam Negeri Harus Dipercepat

Sufmi Dasco: Hindari Embargo, Vaksin Dalam Negeri Harus Dipercepat

DPR | Senin, 29 Maret 2021 | 10:53 WIB

Terkini

Kades di Bogor Ditangkap, Polisi Bongkar Modus Jual Tanah 4 Hektare Pakai Pemilik Jadi-jadian

Kades di Bogor Ditangkap, Polisi Bongkar Modus Jual Tanah 4 Hektare Pakai Pemilik Jadi-jadian

Bogor | Selasa, 29 September 2026 | 18:49 WIB

Perkiraan Gaji Yoseph Jhon Ferry, Kasi Binadik Lapas Cibinong yang Dinonaktifkan

Perkiraan Gaji Yoseph Jhon Ferry, Kasi Binadik Lapas Cibinong yang Dinonaktifkan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 18:46 WIB

Pemerintah & DPR Sepakat Anggaran Sekolah Gratis SD-SMA Rp5 Triliun di APBN 2027

Pemerintah & DPR Sepakat Anggaran Sekolah Gratis SD-SMA Rp5 Triliun di APBN 2027

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 18:46 WIB

Merasa Bersalah Kalau Lagi Istirahat? Saatnya Belajar Seni Memberi Jeda Lewat Tulisan Reflektif

Merasa Bersalah Kalau Lagi Istirahat? Saatnya Belajar Seni Memberi Jeda Lewat Tulisan Reflektif

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 18:44 WIB

Diiming-imingi Kerja, Calon ABK di Muara Baru Dijebak Utang hingga Gaji Dipotong

Diiming-imingi Kerja, Calon ABK di Muara Baru Dijebak Utang hingga Gaji Dipotong

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:40 WIB

Suporter Gerah, Taktik John Herdman di Timnas Indonesia Ternyata Pernah Dikritik Tajam Media Kanada!

Suporter Gerah, Taktik John Herdman di Timnas Indonesia Ternyata Pernah Dikritik Tajam Media Kanada!

Video | Selasa, 29 September 2026 | 18:40 WIB

SIRENA Hadirkan Drama Musikal Fantasi Original Indonesia, Bawa Pesan Empati

SIRENA Hadirkan Drama Musikal Fantasi Original Indonesia, Bawa Pesan Empati

Entertainment | Selasa, 29 September 2026 | 18:36 WIB

Pemula Mau Beli Jam Tangan Lari? Ini Tips Memilih Produk yang Tepat

Pemula Mau Beli Jam Tangan Lari? Ini Tips Memilih Produk yang Tepat

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 18:35 WIB

Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB

Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 18:32 WIB

Skenario Sang Jenderal: Runtuhnya Tembok Kebohongan Ferdy Sambo

Skenario Sang Jenderal: Runtuhnya Tembok Kebohongan Ferdy Sambo

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 18:30 WIB

×