Ahli: Efek Samping Akibat Vaksinasi adalah Hal Biasa

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Senin, 29 Maret 2021 | 20:16 WIB
Ahli: Efek Samping Akibat Vaksinasi adalah Hal Biasa
Vaksinator memberikan suntikan vaskin Covid-19 dalam acara vaksinasi massal petugas pelayanan publik, TNI hingga wartawan di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jumat (26/2/2021). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]

Suara.com - Efek samping pasca-vaksinasi disebut sebagai hal normal. Hal tersebut dipaparkan oleh Dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M. Kes.

Kata Riskiyana, secara umum di Indonesia belum ditemukan adanya laporan efek samping yang mengkhawatirkan.

"Yang ada yang kita lihat, adalah misalnya tempat suntikan agak kemerahan, gigil demam, dan kelelahan,” ungkapnya saat berbicara dalam acara webinar Atlet Jangan Sakit #VaksinasiAtlet, beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan, efek samping tersebut adalah hal yang wajar terjadi pada orang yang divaksinasi bukan hanya pada orang dewasa, tapi juga anak-anak.

"Ini reaksi yang wajar-wajar saja terjadi pada pemberian imunisasi. Tidak hanya pada orang dewasa, tapi juga anak-anak kita. Untuk mengurangi risiko KIPI (Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi) ini, maka terdapat beberapa persyaratan untuk dapat dilakukan vaksinasi," jelasnya.

Persyaratan untuk vaksinasi ini, kata Riskiyana, adalah tekanan darah tidak boleh lebih dari 180 per 110 milimeter Hg.

Dilansir dari CNN Internasional, satu dari sepuluh orang yang telah divaksin merasakan gejala seperti sakit kepala, kelelahan, dan juga rasa nyeri. Tapi efek samping ini akan hilang hanya dalam beberapa hari.

Vivek Cherian, MD seorang dokter penyakit dalam di Baltimore mengatakan jika pada dosis pertama belum mendapat efek samping, bisa jadi malah akan terasa pada dosis vaksin kedua.

"Karena tubuh sudah mulai mengembangkan antibodi setelah dosis pertama Anda, tubuh Anda merespon lebih kuat. Tapi dosis kedua memiliki efek samping kelelahan secara jelas," ungkapnya dikutip dari Bustle.

baca juga

Menurut Dr. Natasha Bhuyan, MD, direktur medis regional One Medical, efek samping kelelahan dilaporan terjadi pada sekitar 40 sampai 80 persen orang yang telah divaksinasi.

Perlu diketahui bahwa setiap orang bisa melaporkan reaksi vaksinasi yang berbeda. "Tidak ada satupun vaksin bekerja lebih baik atau lebih buruk. Itu hanya tubuh orang yang berbeda, dengan reaksi tubuh yang juga berbeda," ungkap Dr. Bhuyan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sehari Setelah Suntik Vaksin Covid-19, Putin Mengeluh Nyeri Otot

Sehari Setelah Suntik Vaksin Covid-19, Putin Mengeluh Nyeri Otot

News | Senin, 29 Maret 2021 | 19:40 WIB

Ketua PBB Kritik Negara Kaya yang Timbun Vaksin Covid-19 Melebihi Kebutuhan

Ketua PBB Kritik Negara Kaya yang Timbun Vaksin Covid-19 Melebihi Kebutuhan

Health | Senin, 29 Maret 2021 | 18:35 WIB

Vaksinasi Covid-19 dalam Islam Jadi Perdebatan, Ini Jawaban Lengkap MUI

Vaksinasi Covid-19 dalam Islam Jadi Perdebatan, Ini Jawaban Lengkap MUI

Health | Senin, 29 Maret 2021 | 19:05 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×