Array

Harapan Baru, Uji Coba Vaksin HIV Berhasil Menstimulasi Antibodi Langka

Kamis, 08 April 2021 | 11:05 WIB
Harapan Baru, Uji Coba Vaksin HIV Berhasil Menstimulasi Antibodi Langka
Ilustrasi HIV/AIDS. (Shutterstock)

Suara.com - Percobaan pertama pada manusia dari vaksin baru untuk HIV hasilnya dapat menstimulasi sel kekebalan langka yang memainkan peran kunci dalam melawan virus pada 97% peserta uji coba.

Vaksinasi merupakan penderkatan baru untuk untuk melawan human immunodeficiency virus (HIV) yang cepat bermutasi.

Sebelumnya, virus ini mampu menghindari vaksin dengan menyerang bagian dari sistem kekebalan secara langsung serta menghindari pertahanan kekebalan tubuh lainnya.

Pengembang vaksin HIV ini adalah ilmuwan di Scripps Research San Diego dan International AIDS Vaccine Initiative (IAVI). Vaksin masih dalam tahap uji klinis Tahap I dan sejauh ini telah diuji kepada 48 orang saja.

Hasil pertama disebut membangkitkan semangat, terlebih Scripps dan IAVI sekarang akan bermitra dengan Moderna untuk membuat vaksin mRNA HIV.

Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)
Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)

"Dengan banyak kolaborator dalam studi, berarti vaksin dapat dirancang untuk merangsang sel kekebalan langka dengan sifat spesifik, dan stimulasi yang ditargetkan ini bisa sangat efisien pada manusia," kata penulis studi William Schief, ahli imunologi di Scripps.

"Kami percaya pendekatan ini akan menjadi kunci dalam membuat vaksin HIV dan mungkin penting untuk membuat vaksin melawan patogen lain," sambungnya, dilansir Live Science.

Perkembangan Vaksin HIV

Penelitian vaksin HIV dimulai pada 1980-an, tidak lama setelah penemuan virus penyebab AIDS ini. Namun kemajuannya lambat, dan hasilnya hanya menunjukkan 31% efektif.

Baca Juga: Jual Vaksin Palsu, Perawat Gadungan Terancam 15 Tahun Penjara

Sementara itu, studi lanjutan vaksin kombiasi tersebut menemukan perlidungannya terbatas dan memudar setelah sekitar satu tahun vaksinasi.

HIV merupakan target yang sulit untuk divaksinasi karena ahli dalam menghindari respons antibodi tubuh. Terlebih dengan mudahnya virus ini bermutasi.

Belajar dari masa lalu, vaksin yang dikembangkan sekarang berfokus pada antibodi langka, dikenal sebagai 'antibodi penetralisir secara luas'. Antibodi ini dapat mengikat protein lonjakan HIV, kunci yang digunakan virus untuk menginfeksi sel manusia.

Masalahnya, antibodi penetralisir tersebut disekeresikan oleh hanya segelintir, sekitar satu dari setiap satu juta, sistem kekebalan sel B. Ini adalah sel yang menghasilkan antibodi.

"Untuk mendapatkan respons antibodi yang tepat, pertama-tama kita perlu melakukan prima pada sel B yang tepat," imbuh Schief.

Hasil Vaksin HIV Baru

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI