Lansia dengan Bakteri Gusi Tak Seimbang Lebih Mungkin Alami Demensia

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 14 April 2021 | 14:04 WIB
Lansia dengan Bakteri Gusi Tak Seimbang Lebih Mungkin Alami Demensia

Suara.com - Lansia dengan bakteri berbahaya di gusi mereka lebih berisiko terkena demensia. Hal ini disebabkan karena mereka cenderung memiliki bukti amiloid-beta, biomarker utama untuk penyakit Alzheimer dalam cairan serebrospinal merek.

Melansir dari Healthshots, studi yang diterbitkan dalam jurnal Alzheimer's & Dementia: Diagnosis, Assessment & Disease Monitoring ini menambah bukti yang berkembang tentang hubungan antara penyakit periodontal (penyakit gusi) dan Alzheimer. Penyakit periodontal menyerang 70 persen orang dewasa berusia 65 tahun ke atas.

"Sepengetahuan kami, ini adalah studi pertama yang menunjukkan hubungan antara komunitas bakteri yang tidak seimbang di bawah garis gusi dan biomarker CSF penyakit Alzheimer pada orang dewasa yang lebih tua secara kognitif normal," kata Angela Kamer, DDS, PhD, profesor periodontologi di NYU College of Dentistry dan penulis utama studi.

"Mulut adalah rumah bagi bakteri berbahaya yang mendorong peradangan dan bakteri pelindung yang sehat. Kami menemukan bahwa memiliki bukti amiloid otak dikaitkan dengan peningkatan bakteri berbahaya dan penurunan bakteri menguntungkan," imbuhnya.

Ilustrasi kesehatan mulut. (Shutterstock)
Ilustrasi kesehatan mulut. (Shutterstock)

Penyakit Alzheimer ditandai oleh dua ciri protein di otak, yakni amiloid-beta yang menggumpal membentuk plak dan diyakini sebagai protein pertama yang disimpan di otak saat Alzheimer berkembang. Kedua adalah proein tau yang menumpuk di sel saraf dan membentuk kusut.

"Mekanisme tingkat akumulasi amiloid otak dan terkait dengan patologi Alzheimer rumit dan hanya dipahami sebagian. Penelitian ini menambahkan dukungan untuk pemahaman bahwa penyakit proinflamasi mengganggu pembersihan amiloid dari otak karena retensi amiloid di otak dapat diperkirakan dari kadar CSF," kata penulis senior studi tersebut Mony J. de Leon, EdD, profesor ilmu saraf dalam radiologi dan direktur Institut Pencitraan Kesehatan Otak di Weill Cornell Medicine.

Perubahan amiloid sering diamati beberapa dekade sebelum patologi tau atau gejala penyakit Alzheimer terdeteksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengobati Apnea Tidur Obstruktif pada Lansia Bantu Turunkan Risiko Demensia

Mengobati Apnea Tidur Obstruktif pada Lansia Bantu Turunkan Risiko Demensia

Health | Selasa, 13 April 2021 | 12:05 WIB

Lansia yang Atasi Sleep Apnea Alami Risiko Demensia Lebih Rendah

Lansia yang Atasi Sleep Apnea Alami Risiko Demensia Lebih Rendah

Health | Selasa, 13 April 2021 | 11:00 WIB

Lansia dengan Masalah Pendengaran dan Penglihatan 2 Kali Berisiko Demensia

Lansia dengan Masalah Pendengaran dan Penglihatan 2 Kali Berisiko Demensia

Health | Kamis, 08 April 2021 | 18:40 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB