Stres Oksidatif Usai Olahraga Picu Penyakit, Buah Kiwi Kurangi Risikonya

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 16 April 2021 | 10:54 WIB
Stres Oksidatif Usai Olahraga Picu Penyakit, Buah Kiwi Kurangi Risikonya
Kiwi banyak ditemui di Selandia Baru. (Shutterstock)

Suara.com - Kiwi mungkin bisa menjadi buah pilihan usai olahraga berat. Sebab buah yang satu ini disebut bisa mengurangi kerusakan oksidatif usai latihan fisik berat.

Melansir dari Eat This, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients awal tahun ini menunjukkan bahwa pelari yang makan dua buah kiwi sehari selama satu bulan mengurangi kerusakan oksidatif dari latihan fisik yang intensif.

"Atlet yang rutin berlatih dengan intensitas tinggi cenderung memasukkan oksigen dalam jumlah besar saat berolahraga," ujar Matthew Kadey, MS, RD dalam artikel Runner's World.

Meskipun oksigen penting untuk kontraksi otot, menghirup terlalu banyak dapat meningkatkan jumlah radikal bebas dalam tubuh Anda. Pada gilirannya, terjadi stres oksidatif yang digambarkan sebagai ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh.

Seiring waktu, stres oksidatif dapat merusak DNA serta jaringan lemak dan protein esensial dalam tubuh. Akibatnya, beberapa masalah kesehatan bisa muncul, termasuk hipertensi, diabetes, aterosklerosis, dan bahkan penyakit Alzheimer.

Selain pelatihan intensif, stres oksidatif dapat disebabkan oleh konsumsi pestisida pada buah dan sayuran konvensional, polutan di udara, dan bahkan mengonsumsi makanan yang tinggi gula, lemak, dan alkohol.

Ilustrasi kiwi. (Shutterstock)
Ilustrasi kiwi. (Shutterstock)

Untuk penelitian ini, para peneliti di Jepang merekrut 30 pelari pria pelari jarak menengah dan jarak jauh yang secara teratur terpapar stres oksidatif saat olahraga. Setengah dari peserta diinstruksikan untuk makan dua kiwi sehari selama dua bulan tanpa perubahan lain dan separuh lainnya tidak mengkonsumsi kiwi sama sekali.

Pada kesimpulan penelitian, para peneliti menemukan bahwa mereka yang makan buah dua kali sehari mengurangi stres oksidatif pada tubuh dengan meningkatkan kadar antioksidan melalui kiwi.

Penelitian sebelumnya menunjukkan buah kiwi mengandung sifat antioksidan yang dapat memerangi kerusakan DNA oksidatif. Satu penelitian bahkan menunjukkan bahwa antioksidan dan vitamin C yang ada dalam buah kiwi dapat membantu mengobati asma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memakai Masker Kain Selama Olahraga Membatasi Kinerja & Kapasitas Fisik

Memakai Masker Kain Selama Olahraga Membatasi Kinerja & Kapasitas Fisik

Health | Kamis, 15 April 2021 | 17:25 WIB

Studi AS Buktikan Rutin Olahraga Kurangi Risiko Kematian Akibat Covid-19

Studi AS Buktikan Rutin Olahraga Kurangi Risiko Kematian Akibat Covid-19

Health | Kamis, 15 April 2021 | 10:35 WIB

Studi: Penggunaan Masker Kain Turunkan Kemampuan Olahraga

Studi: Penggunaan Masker Kain Turunkan Kemampuan Olahraga

Health | Kamis, 15 April 2021 | 09:51 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB