Waspada, Dampak Paparan Senyawa dalam Pestisida Dapat Menurun ke Anak Cucu!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 20 April 2021 | 21:04 WIB
Waspada, Dampak Paparan Senyawa dalam Pestisida Dapat Menurun ke Anak Cucu!
Semprotan pestisida (Pixabay/Squirrel_photos)

Suara.com - Ada bukti bahwa DDT, pestisida yang sebelumnya digunakan untuk membunuh serangga, seperti nyamuk, masih merusak kesehatan manusia selama empat puluh tahun.

DDT atau Dichoro Diphenyl Trichlorethane merupakan senyawa yang umum digunakan sebagai insektisida selama Perang Dunia Ii, terutama dalam penanggulangan penyakit malaria, tifus, dan penyakit lain yang ditularkan oleh nyamuk, lalat, dan kutu.

Namun, dilansir laman Kementerian Lingkungan Hodup dan Kehutanan, sebuah buku pada 1962 menyebut bahwa DDT membahayakan satwa liar, lingkungan, serta kesehatan menusia.

Bahan racun DDT sangat persisten atau tahan lama hingga berpuluh-puluh tahun lamanya.

Pada 1972 Kongres melarang penggunaan DDT, lapor Insider. Sejak itu, bukti telah muncul, pertama pada satwa liar dan kemudian pada manusia, yakni senyawa pestisida tersebut meninggalkan jejak jangka panjang pada kesehatan. Bahkan, efeknya turun-temurun.

Pestisida. [Morning Chores]
Pestisida. [Morning Chores]

Menurut penelitian yang terbit pada Rabu pekan lalu di jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, cucu perempuan dari orang yang terpapar DDT saat hamil lebih mungkin mengalami obesitas, menstruasi lebih awal, kanker payudara, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Hasil tersebut diketahui setelah peneliti dari UC Davis dan Public Health Institute di Oakland menganalisis arsip sampel darah 15.000 perempuan hamil ketika DDT masih digunakan.

Peneliti kemudian mengumpulkan sampel darah anak serta cucu perempuan orang-orang dalam data tersebut untuk melihat bagaimana DDT berdampak sebelum mereka dilahirkan.

Setelah itu, peneliti menemukan permepuan berusia 20 hingga 30-an tahun dengan nenek mereka terpapar DDT memiliki kemungkinan dua hingga tiga kali lebih besar menderita obesitas dan dua kali lebih mungkin mengalami menstruasi dini.

baca juga

Menstruasi dini dapat menyebabkan kondisi kesehatan lain di masa yang akan datang, seperti kanker payudara hingga tekanan darah tinggi.

"Meskipun kami melarang hal itu lebih dari 40 tahun yang lalu, cucu permepuan dari mereka yang hamil pada saat itu tetap terpapar senyawa," kata Barbara Cohn, direktur Studi Kesehatan dan Perkembangan Anak Institut Kesehatan Masyarakat.

Ini bukan studi pertama yang menemukan dampak abadi dari bahan kimia terhadap kesehatan manusia.

Studi pada Oktober 2007 di jurnal Environmental Health Perspectives menemukan anak perempuan dari ibu hamil yang terpapar DDT berisiko tinggi terkena kanker payudara.

Sementara anak-anak yang terpapar DDT lima kali lebih mungkin menderita kanker payudara. Selain DDT, bahan kimia dalam plastik seperti botol air mengubah kemampuan reproduksi manusia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Minum Pestisida, Pembunuh Seniman Anom Subekti Belum Diperiksa

Usai Minum Pestisida, Pembunuh Seniman Anom Subekti Belum Diperiksa

Jawa Tengah | Senin, 15 Februari 2021 | 18:10 WIB

Tersangka Pembunuhan Keluarga Seniman Anom Subekti Minum Pestisida

Tersangka Pembunuhan Keluarga Seniman Anom Subekti Minum Pestisida

Jawa Tengah | Kamis, 11 Februari 2021 | 15:06 WIB

CEK FAKTA: Kentutnya Bunuh Nyamuk, Pria Ini Diincar Perusahaan Pestisida?

CEK FAKTA: Kentutnya Bunuh Nyamuk, Pria Ini Diincar Perusahaan Pestisida?

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 21:21 WIB

Terkini

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:44 WIB

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sport | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:43 WIB

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Surakarta | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:50 WIB

×