alexametrics

Sebentar Lagi, Avigan Kembali Diuji Sebagai Obat Covid-19 di Jepang

M. Reza Sulaiman
Sebentar Lagi, Avigan Kembali Diuji Sebagai Obat Covid-19 di Jepang
Obat Avigan (Shutterstock)

Perusahaan Fujifilm Holdings mengatakan kembali memulai uji klinis tahap III kepada obat Avigan, untuk digunakan sebagai penangkal Covid-19.

Suara.com - Perusahaan Fujifilm Holdings mengatakan kembali memulai uji klinis tahap III kepada obat Avigan, untuk digunakan sebagai penangkal Covid-19.

Dilansir ANTARA, ini merupakan kabar terbaru terkait penggunaan Avigan, setelah sebelumnya persetujuan penggunaan domestik dihentikan Kementerian Kesehatan setempat.

Selama bertahun-tahun Fujifilm banting setir dari bisnis solusi peralatan kantor dan kamera tradisional ke pelayanan kesehatan.

Riset terkontrol plasebo dan tersamar ganda baru sedang menargetkan pasien berusia 50 tahun ke atas, serta mereka yang berisiko mengalami kondisi serius, demikian rilis Fujifilm.

Baca Juga: Sang Pilot Hilang Kesadaran, Pesawat Kargo Jepang Mendarat Darurat

Infografis Avigan obat Corona. (Dok. Suara.com)
Infografis Avigan obat Corona. (Dok. Suara.com)

Avigan, yang umumnya dikenal favipiravir, telah dijadikan riset dalam puluhan uji coba di seluruh dunia dan telah disetujui sebagai pengobatan COVID-19 di Rusia, India dan Indonesia. Akan tetapi masih ada kekhawatiran, sebab obat tersebut tampaknya menyebabkan cacat lahir pada riset hewan.

Jepang telah mengizinkan Avigan sebagai obat darurat untuk flu dan pemerintah tahun lalu meminta Fujifilm agar menambah hingga tiga kali lipat persediaan nasional obat avigan.

Apa itu obat Avigan?

Obat Avigan sempat populer tahun lalu setelah dibeli oleh presiden Jokowi, dengan harapan dapat digunakan dalam penanganan Covid-19.

Avigan atau Favipiravir adalah obat antivirus dari Jepang yang dikembangkan pada 2014 oleh perusahaan Jepang, yaitu Fujifilm Toyama Chemical dan diproduksi oleh Zheijang Hisun Pharmaceutical.

Baca Juga: Ketagihan FaceApp, Pria 53 Tahun Ini Hobi Unggah Foto Jadi Remaja Cantik

Avigan dikembangkan untuk mengobati virus influenza, tapi sejak Februari 2020 diakui sebagai pengobatan eksperimental untuk pasien Corona Covid-19 di Jepang.

Komentar