Larangan Mudik: Untuk Ekonomi yang Semakin Membaik

Sabtu, 24 April 2021 | 10:55 WIB
Larangan Mudik: Untuk Ekonomi yang Semakin Membaik
Seorang calon penumpang membawa barang bawaannya berjalan menuju bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (9/4/2021). [Suara.com/Dian Latifah]

Suara.com - Pemerintah kembali menegaskan larangan mudik untuk melindungi kesehatan masyarakat, yang jika dipaksakan akan menyebabkan gelombang kasus terbaru Covid-19.

Hal ini diungkap oleh Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Raden Pardede. Ia mengungkap, pemerintah tak ingin kejadian di India juga menimpa Indonesia.

“Ini merupakan dalam rangka melindungi kesehatan, kalau kesehatan kita tidak terlindungi, bagaimana kita bicara ekonomi? Jadi, kesehatan yang terlindungi tadi itu yang membangkitkan optimisme,” ungkapnya dalam Dialog Produktif ‘Proyeksi Pemulihan Ekonomi Nasional’, beberapa waktu lalu.

Raden Pardede mengatakan, Pemerintah akan melonggarkan kegiatan masyarakat saat kasus Covid-19 sudah bisa terkendali. Namun, saat ini program vaksinasi terus dipercepat, sehingga upaya pemulihan ekonomi bisa tercapai.

“Nanti sesudah keadaan lebih baik dan vaksinasinya makin bagus, makin cepat, nanti baru kita loggarkan ekonomi kita. Tapi tetap dengan protokol kesehatan dulu untuk sementara ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pada 20 April, jumlah masyarakat yang telah menerima vaksin suntikan pertama dan kedua sebanyak 17,25 juta orang.

Jika target vaksin bisa optimal, ia yakin hal ini bisa mendorong optimisme dan ekonomi akan semakin membaik.

“Dengan cara seperti itu, kita harapkan pemulihan ekonomi kita akan baik,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Managing Director IPSOS in Indonesia Soeprapto Tan mengatakan, optimisme masyarakat Indonesia mencapai 76 persen lewat temuannya. Hal ini menandakan, optimisme masyarakat Indonesia terkait ekonomi akan segera membaik perlu dijaga.

Baca Juga: Juru Bicara Wapres Sebut Santri Boleh Mudik, tapi...

Belakangan pada tahun 2020 lalu, belanja masyarakat hanya untuk bahan masakan rumah, juga obat-obatan dan produk kebersihan. Meski demikian, optimisme yang meningkat ini juga merambah masyarakat untuk belanja ke hal lain, termasuk travel atau jalan-jalan, restoran, dan juga kafe.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI