Ilmuwan Inggris Buat Vaksin Malaria Baru, Tingkat Kemanjuran 77 Persen!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 24 April 2021 | 12:19 WIB
Ilmuwan Inggris Buat Vaksin Malaria Baru, Tingkat Kemanjuran 77 Persen!
Ilustrasi nyamuk (Pexels.com)

Suara.com - Para ilmuwan Inggris telah mengembangkan vaksin malaria baru yang telah terbukti efektif dalam uji coba pada bayi. Suntikan vaksin R21 / Matrix-M menunjukkan tingkat kemanjuran 77 persen dalam uji coba selama setahun yang melibatkan 450 anak di Burkina Faso, Afrika Selatan.

Tim Universitas Oxford yang dipimpin oleh Adrian Hill, salah satu peneliti di balik vaksin AstraZeneca untuk Covid-19 dilansir dari The Sun, sedang berencana untuk menjalankan uji coba tahap akhir untuk vaksin malaria.

Uji coba tahap akhir ini akan melibatkan 4.800 anak usia 5 bulan dan 3 tahun di 4 negara Afrika. Profesor Hill, direktur Jenner Institute Oxford, Profesor Hill, direktur Jenner Institute Oxford, mengaku memiliki harapan tinggi atas vaksin malaria ini.

Vaksin ini akan menjadi pertama yang mewujudkan tujuan Organisasi Kesehatan Dunia untuk mendapatkan suntikan vaksin malaria, yang tingkat kemanjurannya minimal 75 persen.

Adapun vaksin malarian berlisensi dunia yang hanya satu-satunya adalah Mosquirix. Vaksin malarian itu dikembangkan oleh Glaxo-SmithKline, tetapi hanya efektif sebagian atau sekitar 30 persen.

Ilustrasi vaksin malaria. (unsplash/@dimitrihou)
Ilustrasi vaksin malaria. (unsplash/@dimitrihou)

Perlu dipahami bahwa malaria adalah penyakit dari nyamuk yang menginfeksi jutaan orang setiap tahunnya, kebanyakanya anak-anak di bagian Afrika.

Penyakit malaria termasuk penyakit serius dan berbahaya yang disebabkan oleh parasit jenis plasmodium. Parasit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk, terutama nyamuk anopheles.

Bila nyamuk anopheles terinfeksi parasit plasmodium dan menggigit Anda, parasit itu bisa ditularkan dan dilepaskan ke dalam aliran darah Anda.

Parasit akan berkembang di dalam hati dan akan mulai menyerang sel darah merah dalam beberapa hari. Saat Anda terinfeksi, gejala akan mulai muncul setelah 10 hari hingga 4 minggu.

baca juga

Tapi dilansir dari Hellosehat, gejalanya juga bisa muncul 7 hari setelah terinfeksi. Adapun gejala yang paling umum termasuk demam, sakit kepala dan muntah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes: 80 Persen Kasus Malaria Terjadi di Papua

Kemenkes: 80 Persen Kasus Malaria Terjadi di Papua

Health | Jum'at, 23 April 2021 | 17:10 WIB

5 Tanaman Pengusir Nyamuk dari Serai hingga Bawang Putih

5 Tanaman Pengusir Nyamuk dari Serai hingga Bawang Putih

Lifestyle | Rabu, 07 April 2021 | 13:15 WIB

Gara-gara Lupa Matikan Obat Nyamuk Bakar, Rumah Kakek 79 Tahun Terbakar

Gara-gara Lupa Matikan Obat Nyamuk Bakar, Rumah Kakek 79 Tahun Terbakar

Bogor | Senin, 05 April 2021 | 06:05 WIB

Terkini

Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag

Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:35 WIB

Suahasil Klaim Coretax Bikin Mudah Bayar Pajak, Lapor SPT Tak Perlu Cari Bukti Potong

Suahasil Klaim Coretax Bikin Mudah Bayar Pajak, Lapor SPT Tak Perlu Cari Bukti Potong

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:31 WIB

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:29 WIB

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:28 WIB

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 19:22 WIB

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 19:20 WIB

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:19 WIB

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:11 WIB

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:09 WIB

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:08 WIB

×