Kabar Baik, Ilmuwan Temukan Pil Potensial untuk Bunuh Virus Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 27 April 2021 | 13:51 WIB
Kabar Baik, Ilmuwan Temukan Pil Potensial untuk Bunuh Virus Corona Covid-19
Ilustrasi obat, pil Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Para ilmuwan Inggris menemukan pil antivirus yang diharapkan berpotensi mematikan virus corona Covid-19 dan mengakhiri pandemi. Tapi, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson belum mengetahui pasti mengenai pil Covid-19 tersebut.

Sejauh ini, satu-satunya obat antivirus yang menjalani uji klinis di Inggris adalah obat flu Favipiravir yang hasilnya diharapkan bisa tersedia dalam 6 bulan.

Tetapi, Ketua Penyelidik Percobaan, Ptofesor Kevin Blyth, dari Universitas Glasgow mengatakan temuan pil Covid-19 terbaru ini bisa menjadi langkah maju jika obat antivirus itu bekerja melawan virus corona.

Pasien virus corona Covid-19 yang menjalani rawat inap medis tak lagi membludak dan petugas kesehatan pun tak kewalahan menanganinya. Selain itu, layanan publik akan kembali normal dan tidak ada aturan lockdown bila pil Covid-19 tersebut bekerja.

Profesor Blyth menjelaskan bahwa obat-obatan itu mungkin bisa mengurangi penyebaran dan risiko terjadinya wabah virus corona Covid-19. Obat itu juga akan bekerja dengan membunuh virus corona dalam tubuh, jika Anda meminumnya cepat dalam beberapa hari setelah dinyatakan positif Covid-19.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Sebelumnya, obat antivirus favipiravir ini dikembangkan di Jepang pada tahun 2014. Uji coba GETAFIX yang akan menjadi bagian penelitian untuk mengukur obat itu bisa membantu meringankan kondisi pasien Covid-19 atau tidak menggunakan sistem penilaian dari 1 sampai 10.

Jika obat antivirus itu terbukti bekerja melawan virus corona Covid-19, maka NHS akan membagikan jutaan dosis pil Covid-19 tersebut. Relawan di Glasgow pun didesak segera mendaftar setelah dinyatakan positif Covid-19.

"Obat yang paling cepat digunakan adalah obat yang sudah digunakan untuk mengatasi penyakit lain. Satu-satunya obat antivirus yang berpotensi digunakan secara oral adalah Favipriavir," kata Dr Janet Scott, Kepala Penyelidik GETAFIX dikutip dari Express.

Obat ini dikembangkan sebagai obat anti-influenza di Jepang, tetapi memiliki beberapa keberhasilan awal dalam uji coba di China, yang mempercepat waktu seseorang membersihkan virus dari sistem tubuhnya dan mengurangi risiko kerusakan paru-paru.

Uji coba NHS untuk menggunakan kembali obat yang telah terbukti mengatasi penyakit lain dan mampu melawan virus corona Covid-19 telah bekerja.

Kini, para ilmuwan Inggris menemukan steroid dexamethasone untuk meringankan gejala infeksi dan mengurangi risiko kematian pasien akibat virus corona Covid-19.

Selain itu, tocilizumab imunosupresan juga menunjukkan manfaat yang sama pada kasus virus corona Covid-19 parah. Remdesivir juga obat antivirus yang memiliki manfaat ringan pada penderita Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkurang Terus, RSD Wisma Atlet Kini Rawat 1.544 Pasien Positif Covid-19

Berkurang Terus, RSD Wisma Atlet Kini Rawat 1.544 Pasien Positif Covid-19

News | Senin, 26 April 2021 | 12:06 WIB

Tambah 4.402 Kasus, Warga Indonesia Terpapar Covid-19 jadi 1.641.194 Orang

Tambah 4.402 Kasus, Warga Indonesia Terpapar Covid-19 jadi 1.641.194 Orang

News | Minggu, 25 April 2021 | 17:45 WIB

Atasi Indra Penciuman yang Hilang akibat Covid-19, Coba Pelatihan Bau Ini!

Atasi Indra Penciuman yang Hilang akibat Covid-19, Coba Pelatihan Bau Ini!

Health | Sabtu, 24 April 2021 | 12:45 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB