Terinfeksi Virus Corona Usai Suntik Vaksin Covid-19 Pertama? Ini Kata Ahli!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 27 April 2021 | 16:29 WIB
Terinfeksi Virus Corona Usai Suntik Vaksin Covid-19 Pertama? Ini Kata Ahli!
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Banyak orang mungkin masih meragukan suntikan vaksin Covid-19. Apalagi banyak orang masih terinfeksi virus corona Covid-19 meskipun sudah suntik vaksin.

Tapi, orang yang terinfeksi virus setelah suntik pertama vaksin Covid-19 tak perlu mengkhawatirkan status vaksinasinya. Orang dalam kondisi ini juga tak perlu ragu untuk mendapatkan suntikan kedua vaksin Covid-19 setelah pemulihan.

Menurut para ahli medis, jumlah dosis vaksin yang dibutuhkan setiap orang harus sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Para ahli mengatakan setiap orang tidak bisa hanya mendapatkan satu kali suntikan vaksin Covid-19, meskipun sempat terinfeksi virus corona setelah suntikan pertama.

"Jika seseorang tertular virus corona setelah suntikan pertama, orang itu harus menunggu sampai sembuh dan mendapatkan suntikan dosis kedua," kata Kepala Departemen Mikrobiologi SGPGI Prof Ujjala Ghoshal dikutip dari Times of India.

Menurut Ghoshal, infeksi virus corona akan memberikan seseorang beberapa antibodi, meskipun belum diketahui berapa lama kekebalan itu bisa bertahan. Sehingga, suntikan penuh vaksin Covid-19 sangat penting untuk memberikan antibodi yang lebih baik.

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Prof Ghoshal mengatakan sangat penting untuk mengambil suntikan vaksin Covid-19 yang sama antara dosis pertama dan kedua. Sebaiknya, Anda tidak mencampurkan kedua jenis suntikan vaksin Covid-19 yang berbeda, bila bukan kondisi mendesak.

Jarak pemberian suntikan pertama kedua vaksin Covid-19 adalah 8-12 minggu. Tapi, seseorang mungkin butuh jarak yang lebih lama lagi bila sedang sakit.

Pada kondisi tersebut Anda tak perlu panik, karena Anda harus sembuh dari penyakit dan membuat jadwal kembali untuk suntikan kedua vaksin Covid-19 secepatnya setelah sembuh.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang yang sudah pernah terinfeksi virus corona Covid-19 dan sembuh juga harus suntik vaksin Covid-19 untuk mendapatkan kekebalan yang lebih kuat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspadai Kasus Covid, Australia Pertimbangkan Setop Penerbangan dari India

Waspadai Kasus Covid, Australia Pertimbangkan Setop Penerbangan dari India

News | Selasa, 27 April 2021 | 16:20 WIB

Tekan Virus Covid-19, Turki Terapkan Lockdown hingga usai Idul Fitri

Tekan Virus Covid-19, Turki Terapkan Lockdown hingga usai Idul Fitri

News | Selasa, 27 April 2021 | 15:49 WIB

Pemkot Pekalongan Minta Masyarakat Tak Ragu Disuntik Vaksin Covid-19

Pemkot Pekalongan Minta Masyarakat Tak Ragu Disuntik Vaksin Covid-19

Jawa Tengah | Selasa, 27 April 2021 | 15:00 WIB

Terkini

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB