Ketahui Dua Jenis Tes Paru yang Dilakukan Pasien Penyakit Asma

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Senin, 10 Mei 2021 | 09:46 WIB
Ketahui Dua Jenis Tes Paru yang Dilakukan Pasien Penyakit Asma
Ilustrasi penderita asma. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Serangan asma tidak hanya dapat mengganggu kehidupan sehari-hari tetapi juga dapat mengancam jiwa.

Asma sendiri merupakan penyakit jangka panjang yang mengenai saluran pernapasan dan ditandai dengan adanya peradangan serta penyempitan saluran napas hingga akhirnya menimbulkan masalah sesak napas.

"Secara garis besar, gejala asma itu sesak, batuk, dan dada terasa berat. Biasanya ciri khasnya saat malam hari atau pagi hari," kata Dokter Spesialis Paru Siloam Hospitals ASRI, dr. Jaka Pradipta dalam acara bertema Kenali Faktor Risiko Penyakit Asma Beserta Pengobatannya, Minggu (9/5/2021) kemarin.

Ia melanjutkan, penyakit asma juga memiliki gejala variasi waktu dan intensitas, seperti keadaan yang membaik, kemudian berubah memburuk.

"Gejalanya bervariasi, ada keadaannya membaik dan ada keadaan yang memburuk. Juga ada yang batuk dan juga tidak batuk," tambah dr. Jaka Pradipta.

Dikatakan lagi, ciri khas asma memiliki faktor pencetus seperti aktivitas, pajanan alergen, iritan, perubahan cuaca, dan infeksi virus.

"Contohnya olahraga, iritasi seperti zat baunya menyengat. Kayak bau cat, bau parfum, dan itu bersifat iritan. Bukan alergi, tapi bau parfum itu membuat iritasi saluran pernapasan sehingga asma nya kambuh," jelasnya.

Ada beberapa tes kualitas paru yang bisa dilakukan bagi pasien penyakit asma. Tes tersebut adalah uji spirometri dan uji arus puncak ekspirasi.

"Pertama uji spirometri dan uji arus puncak ekspirasi, yakni dengan cara meniup saluran napas atau alat. Dan kita lihat seberapa baik fungsi parunya. Tapi di era COVID-19 pemeriksaan ini kita kurangi, karena bisa mengakibatkan airbone," paparnya.

baca juga

Sementara uji spirometri dilakukan dengan cara melihat perbaikan dan perburukan setelah pemberian obat. Selain itu, pasien asma juga diperiksa lewat uji arus puncak ekspirasi, dan dilihat seberapa bagus harian gejalanya.

"Uji spirometri biasa kita lakukan ini pasien punya asma atau tidak, juga kita lihat perbaikan atau perburukan setelah pemberian obat. Selain itu, pasien juga kita lakukan lewat uji arus puncak ekspirasi, untuk dinilai seberapa bagus harian gejalanya. Jadi nilainya hari ini berapa, besok berapa dan kita lihat respon pengobatannya gimana," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hits Health: Tentang Limfoma Hodgkin, Obat Asma Bisa Obati Kanker Otak?

Hits Health: Tentang Limfoma Hodgkin, Obat Asma Bisa Obati Kanker Otak?

Health | Sabtu, 08 Mei 2021 | 20:27 WIB

Strategi Mengakhiri Pandemi Covid-19 Versi Dokter Paru Akhirnya Terungkap

Strategi Mengakhiri Pandemi Covid-19 Versi Dokter Paru Akhirnya Terungkap

Kaltim | Sabtu, 08 Mei 2021 | 19:40 WIB

Keren, Obat Asma Terbukti Bisa Jadi Pengobatan Kanker Otak Ganas

Keren, Obat Asma Terbukti Bisa Jadi Pengobatan Kanker Otak Ganas

Health | Sabtu, 08 Mei 2021 | 16:04 WIB

Terkini

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 19:13 WIB

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 19:06 WIB

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

News | Sabtu, 26 September 2026 | 19:05 WIB

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Video | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 18:59 WIB

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:55 WIB

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:50 WIB

Penyaluran Kredit FIFGroup Tumbuh 6,8 Persen

Penyaluran Kredit FIFGroup Tumbuh 6,8 Persen

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 18:36 WIB

Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu

Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu

Bali | Sabtu, 26 September 2026 | 18:33 WIB

×