Waspada, Pola Hidup Tidak Sehat Saat Muda Bisa Jadi Bom Waktu di Hari Tua

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 17 Mei 2021 | 16:10 WIB
Waspada, Pola Hidup Tidak Sehat Saat Muda Bisa Jadi Bom Waktu di Hari Tua
Ilustrasi pola hidup tidak sehat. (Shutterstock)

Suara.com - Kampanye tentang gaya hidup sehat terus disampaikan kepada masyarakat untuk mencegah tingginya kasus penyakit tidak menular (PTM) kronis. Salah satu PTM yang timbul akibat pola hidup tidak sehat adalah hipertensi.

Sayangnya, meski pentingnya gaya hidup sehat telah banyak diketahui tetapi praktiknya masih jarang dilakukan.

"Menurut saya, secara umum kesadaran tentang hubungan perilaku atau pola hidup yang tidak sehat yang dapat mencetuskan hipertensi itu sudah disadari oleh masyarakat. Hanya sayangnya mungkin kurang dalam praktik sehari-hari," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Susetyo Atmojo Sp.JP., dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (17/5/2021).

Terlebih perkembangan teknologi di era globalisasi yang semakin memudahkan hidup, membuat kebanyakan orang jadi lebih jarang bergerak.

"Gaya hidup di era 2020 ke atas itu kan gaya hidup yang praktis dan cepat. Saya pikir juga itu yang lebih condong ke arah menjalani pola hidup yang tidak sehat," ucapnya.

"Kita sebagai dokter terus menggaungkan bahwasanya pola hidup yang tidak sehat itu seperti bom waktu. Kalau kita tetap melakukannya maka dalam hitungan tahun ke depan akan menuai apa yang kita sebut kelompok penyakit tidak menular. Apakah itu hipertensi, diabetes, hiperkolesterol atau dislipidemia," imbuh dokter Susetyo.

Ia mengingatkan bahwa penyakitbtidak menular kronis berpotensi menimbulkan komplikasi pada organ tubuh. Mulai dari stroke, penyakit jantung koroner, payah jantung, hingga penyakit ginjal kronis. 

"Sebenarnya cikal bakalnya sederhana, dari pola hidup yang tidak sehat yang kita lakukan pada saat usia muda," ucapnya.

Dokter Susetyo menyampaikan, angka kejadian hipertensi, baik di Indonesia maupun di dunia makin meningkat dari waktu ke waktu. Data riset kesehatan dasar oleh Kemenkes tahun 2018 menunjukkan, sekitar 34 persen populasi di Indonesia menderita hipertensi. 

baca juga

"Kalau kita lihat ke belakang, data dengan tahun sebelumnya 2013 dari riset kesehatan dasar itu angka prevalensi hipertensi adalah 27,8 persen. Jadi dalam waktu 5 tahun itu terjadi peningkatan kurang lebih sekitar 5 persen di Indonesia," ungkapnya. 

Sementara itu secara global, data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa sekitar 1,13 miliar penduduk dunia menderita hipertensi. Tetapi, ia menyayangkan bahwa dua per tiga dari penderita hipertensi di dunia merupakan penduduk di negara berkembang. 

Menurutnya, kondisi itu bisa menyebabkan beban biaya kesehatan bagi negara. Selain karena kesadaran masyarakat yang relatif lebih rendah, fasilitas sanitasi yang kurang, juga ketersediaan obat-obatan yang kemungkinan lebih sedikit.

"Jika pasien terjadi komplikasi terkait hipertensi, akan bikin negara berkembang jadi lebih sulit," pungkasnya. 
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makanan hingga Kebiasaan, Ini 5 Cara Sesuaikan Pola Tidur Setelah Ramadan

Makanan hingga Kebiasaan, Ini 5 Cara Sesuaikan Pola Tidur Setelah Ramadan

Jogja | Rabu, 12 Mei 2021 | 14:00 WIB

3 Cara Memulai Hidup Sehat

3 Cara Memulai Hidup Sehat

Lifestyle | Sabtu, 08 Mei 2021 | 02:10 WIB

Sssttt, Ternyata Ini Lho Sayur dan Buah-buahan Favorit Raisa

Sssttt, Ternyata Ini Lho Sayur dan Buah-buahan Favorit Raisa

Health | Rabu, 28 April 2021 | 11:04 WIB

Terkini

Volume Kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek Melonjak Jelang 17 Agustus

Volume Kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek Melonjak Jelang 17 Agustus

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:44 WIB

BNPB Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah Usai Gempa NTT

BNPB Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah Usai Gempa NTT

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Daftar e-Wallet yang Dapat Promo Top-up BRImo Spesial 17 Agustus

Daftar e-Wallet yang Dapat Promo Top-up BRImo Spesial 17 Agustus

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:21 WIB

Gempa Dahsyat NTT, BMKG: Baru Terjadi Lagi Setelah 30 Tahun Silam

Gempa Dahsyat NTT, BMKG: Baru Terjadi Lagi Setelah 30 Tahun Silam

Video | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Top-Up E-Wallet dan Pulsa di BRImo Langsung Dapat Cashback! Buruan, Kuota Terbatas

Top-Up E-Wallet dan Pulsa di BRImo Langsung Dapat Cashback! Buruan, Kuota Terbatas

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Deretan Sepeda Lipat Pacific Paling Populer, Cocok untuk Gowes Harian

Deretan Sepeda Lipat Pacific Paling Populer, Cocok untuk Gowes Harian

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Binance Perpanjang Airdrop RLUSD, Ini Cara Klaim 1 Juta XRP yang Dibagikan

Binance Perpanjang Airdrop RLUSD, Ini Cara Klaim 1 Juta XRP yang Dibagikan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Daftar Atlet Wakil Indonesia di BWF World Championship 2026

Daftar Atlet Wakil Indonesia di BWF World Championship 2026

Sport | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Kapal Tenggelam di Perairan Rupat, 3 Pekerja Migran Masih Hilang

Kapal Tenggelam di Perairan Rupat, 3 Pekerja Migran Masih Hilang

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:50 WIB

BNI Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT, Pastikan Layanan Perbankan Tetap Berjalan

BNI Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT, Pastikan Layanan Perbankan Tetap Berjalan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:46 WIB

×