Update Covid-19 Global: Kasus Baru Turun, Tapi Angka Kematian India Tinggi

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 20 Mei 2021 | 10:50 WIB
Update Covid-19 Global: Kasus Baru Turun, Tapi Angka Kematian India Tinggi
Anggota keluarga Vijay Raju, yang meninggal karena penyakit virus corona (COVID-19), berduka sebelum kremasinya di tanah krematorium di desa Giddenahalli di pinggiran Bengaluru, India, Kamis (13/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Samuel Rajkumar/FOC/sa. [REUTERS/SAMUEL RAJKUMAR]

Suara.com - Dari sekian banyak temuan varian baru virus corona yang menyebabkan infeksi Covid-19, varian B1617 dari India tengah jadi perhatian dunia.

Sejak akhir Maret, laporan kasus infeksi baru secara global kembali melonjak naik ke atas 500 ribu per hari, catat data worldometers.

Hingga hari ini, Kamis (20/5), kasus harian Covid-29 bertambah 649.421 kasus, membuat total kasus infeksi di seluruh dunia mencapai 165.534.994 kasus.

Lebih dari 145,78 juta orang telah dinyatakan sembuh dengan 3,43 juta jiwa lainnya dinyatakan meninggal dunia selama Pandemi Covid-19 terjadi.

Hingga saat ini, ada 16,31 juta orang yang masih terkonfirmasi positif Covid-19 di dunia.

Hampir dua bulan terakhir, kasus baru juga laporan kematian harian didominasi oleh India yang disebut tengah alami tsunami Covid-19.

Puncak laporan kasus baru di India terjadi pada 11 April di mana lebih dari 412 ribu orang dilaporkan terkonformasi positif Covid-19 hanya dalam satu hari. 

Sementara itu, angka kematian akibat Covid-19 di India juga telah mencapai rekor tertingginya kemarin, Rabu (19/5). Kementerian Kesehatan India melaporkan 4.529 kematian dalam hari. 

Jumlah kasus Covid-19 di India kini tercatat 25,77 juta dengan angka kematian capai 287.156 jiwa. Para ahli mengatakan, tingkat paparan virus corona di India kemungkinan telah melambat. Tetapi keadaan sebaliknya untuk kejadian kematian.

baca juga

Kematian terus meningkat dan rumah sakit masih penuh sesak dengan pasien Covid. Selama sebulan terakhir, kematian akibat Covid-19 di India telah melonjak enam kali lipat.

Tanda-tanda perbaikan baru terlihat di kota-kota besar seperti Mumbai dan New Delhi. Para ahli khawatir bahwa virus justru menyebar ke pedesaan yang luas dan dipadati penduduk, di mana perawatan kesehatan terbatas.

Situasi yang mengkhawatirkan di Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di India dengan 200 juta penduduk. Meskipun kasus baru telah menurun selama seminggu terakhir, negara bagian itu masih memiliki lebih dari 136.000 infeksi aktif.

Pejabat pemerintah telah membatasi penyebaran virus di desa-desa negara bagian. Sebanyak 90.000 desa didatangi dan didapati virus telah terdeteksi di sekitar 21.000 di antaranya, kantor berita Press Trust of India mengutip pernyataan pejabat kesehatan senior Amit Mohan Prasad.

Pakar kesehatan mengatakan tingkat virus corona yang sebenarnya sulit untuk diukur, sebagian karena data yang lemah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Jaga Imunitas Agar Terhindar dari Penyakit Selama Pandemi Covid-19

Tips Jaga Imunitas Agar Terhindar dari Penyakit Selama Pandemi Covid-19

Health | Kamis, 20 Mei 2021 | 10:34 WIB

Laporan Karyawan yang Dipungut Biaya Vaksin Gotong Royong, Padahal Gratis

Laporan Karyawan yang Dipungut Biaya Vaksin Gotong Royong, Padahal Gratis

Video | Kamis, 20 Mei 2021 | 10:22 WIB

Pasien Covid di Wisma Atlet Ramai Lagi usai Lebaran, Total 1.028 Orang

Pasien Covid di Wisma Atlet Ramai Lagi usai Lebaran, Total 1.028 Orang

News | Kamis, 20 Mei 2021 | 10:14 WIB

Terkini

Kakek 80 Tahun yang Terserempet KRL di Tebet Tewas, Sempat Jalan di Pinggir Rel

Kakek 80 Tahun yang Terserempet KRL di Tebet Tewas, Sempat Jalan di Pinggir Rel

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:03 WIB

Roberto Carlos Bicara Isu Pindah Agama Islam

Roberto Carlos Bicara Isu Pindah Agama Islam

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Nimrods: A Green Day Comedy, Nekat Road Trip demi Konser Band Punk Idola!

Nimrods: A Green Day Comedy, Nekat Road Trip demi Konser Band Punk Idola!

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:00 WIB

BRI KKB National Expo Hadir di 131 Lokasi, Sukses Torehkan Rekor MURI

BRI KKB National Expo Hadir di 131 Lokasi, Sukses Torehkan Rekor MURI

Sumut | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Ledakan Rumah Mewah di Medan, Identitas Masih Rahasia

Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Ledakan Rumah Mewah di Medan, Identitas Masih Rahasia

Sumut | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Kebakaran Hutan Kalimantan: Ketika Kemarau Terus Dijadikan Kambing Hitam

Kebakaran Hutan Kalimantan: Ketika Kemarau Terus Dijadikan Kambing Hitam

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Target PLTS 100 GW Jadi Sinyal Positif, Mengapa IESR Ingatkan Tantangan Implementasinya?

Target PLTS 100 GW Jadi Sinyal Positif, Mengapa IESR Ingatkan Tantangan Implementasinya?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Sulit Ditebak, Pasar 'Wait and See' Momentum Perang AS - Iran

Harga Minyak Dunia Makin Sulit Ditebak, Pasar 'Wait and See' Momentum Perang AS - Iran

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Budaya Romantisasi Kemiskinan: Toxic Positivity yang Mengabaikan Realita

Budaya Romantisasi Kemiskinan: Toxic Positivity yang Mengabaikan Realita

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Kebakaran di Kawasan Bromo: Mengapa Pemulihan Ekosistem Tak Bisa Sekadar Menanam Pohon?

Kebakaran di Kawasan Bromo: Mengapa Pemulihan Ekosistem Tak Bisa Sekadar Menanam Pohon?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:49 WIB

×