Dubes Indonesia Sebut Disiplin Jadi Kunci Singapura Mampu Atasi Covid-19

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 20 Mei 2021 | 15:33 WIB
Dubes Indonesia Sebut Disiplin Jadi Kunci Singapura Mampu Atasi Covid-19
Warga memakai masker pelindung saat menyebrang jalan pada masa penularan COVID-19 meningkat di Singapura, Jumat (14/5/2021). (REUTERS/CAROLINE CHIA)

Suara.com - Masyarakat yang disiplin serta penegakan aturan yang ketat dan tegas, menjadi kunci Singapura mampu mengendalikan angka infeksi Covid-19.

Terlebih, penambahan 149 kasus akibat varian baru virus corona B1617 berhasil membuat pemerintah Singapura terkejut hingga menerapkan lockdown atau aturan penguncian hingga 2 Juni 2021 mendatang.

"Karena jumlahnya cukup besar dari 0 menjadi 149. Bagi Singapura ini jumlah yang sangat besar," kata Duta besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo dalam webinar BPBP Indonesia, Rabu (19/5/2021).

Suryo mengatakan, jika Indonesia ingin belajar dari cara Singapura mengendalikan Covid-19, maka butuh kerjasama antara masyarakat juga pemerintah.

Ia menjelasskan bagaimana masyarakat Singapura memiliki kesadaran bahwa pengendalian wabah virus corona penyebab sakit Covid-19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah. 

"Sejauh ini masyarakat Singapura sangat disiplin. Apalagi mereka memiliki relawan,  siapa yang melanggar akan diingatkan. Jika tetap melanggar akan dikenakan denda mulai dari 300 dolar Singapura sampai 10.000 dolar Singapura."

"Pembelajarannya di Singapura adalah bagaimana pemerintahnya begitu komunikatif, sistem berjalan sangat baik, masyarakat disiplin, penegakan aturan dilakukan sangat ketat," paparnya.

Pemerintah Singapura memperkirakan, jika kedisiplinan warga terus konsisten maka akhir bulan ini, kemungkinan jumlah kasus positif akan menurun dan aturan pembatasan kegiatan bisa kembali dilonggarkan.

Suryo menyampaikan, sifat itu yang perlu diterapkan pula oleh masyarakat Indonesia saat ini. Ia menyayangkan perilaku masyarakat di Indonesia yang seolah-olah justru merasa bangga jika berhasil lolos melanggar aturan.  

baca juga

"Yang kita lihat saat ini masyarakat itu justru merasa hebat kalau bisa melawan petugas. Kita itu kalau tidak patuh itu hebat. Dilarang mudik, kalau bisa mudik bangga, posting di media sosial."

"Ini value yang menurut saya berbeda dan kalau kita ingin menjadi negara maju, maka sebetulnya orang hebat itu adalah orang yang tahu akan tanggung jawabnya dan taat terhadap aturan yang sudah disepakati bersama," ucapnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sumbar Bantah Berada di Zona Merah Covid-19, Jubir Satgas: Menyesatkan

Sumbar Bantah Berada di Zona Merah Covid-19, Jubir Satgas: Menyesatkan

Sumbar | Kamis, 20 Mei 2021 | 15:19 WIB

Terjangkit COVID-19, Toni Kroos: Saya Merasa Sangat Lemah, Aneh!

Terjangkit COVID-19, Toni Kroos: Saya Merasa Sangat Lemah, Aneh!

Bola | Kamis, 20 Mei 2021 | 15:17 WIB

Dokter Top AS: Butuh Vaksin Booster Covid Usai Setahun Dapat Dosis Pertama

Dokter Top AS: Butuh Vaksin Booster Covid Usai Setahun Dapat Dosis Pertama

Health | Kamis, 20 Mei 2021 | 15:30 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×