Penyebab Meningkatnya Kanker Usus Besar: Tingginya Konsumsi Daging Merah

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 20 Mei 2021 | 16:35 WIB
Penyebab Meningkatnya Kanker Usus Besar: Tingginya Konsumsi Daging Merah
Ilustrasi usus, organ dalam tubuh (Pixabay/Elionas2)

Suara.com - Sebuah studi yang diterbitkan Oxford University Press menunjukkan beberapa faktor non-genetik, seperti asupan daging merah yang lebih banyak, konsumsi alkohol yang lebih berat, dan pencapaian pendidikan yang lebih rendah, dapat meningkatkan kanker kolorektal pada orang di bawah usia 50 tahun.

Peneliti mengamati peningkatan kejadian kanker kolorektal atau kanker usus besar, terutama pada orang yang lahir sejak 1960-an, sebanyak dua kali lipat dari 1992 hingga 2013 (dari 8,6 menjadi 13,1 per 100.000).

Mereka mendapat data tersebut dari penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Jepang. Selama periode yang sama, telah terjadi perubahan pola makan di antara generasi muda.

Ada dua perubahan, yakni penurunan konsumsi buah-buahan, sayuran non-kentang, dan sumber susu yang kaya kalsium, serta peningkatan makanan olahan, seperti pizza, daging, makaroni, hingga minuman ringan.

Asupan nutrisi rata-rata, seperti serat, folat, dan kalsium, juga lebih rendah yang direkomendasikan para ahli.

Ilustrasi daging merah (Shuttetstcok)

Mereka mempelajari kumpulan data dari 13 studi berisi 3.767 kasus kanker kolorektal dan 4.049 kelompok kontrol pada orang di bawah 50 tahun, serta 23.437 kasus kanker kolorektal dan 35.311 kontrol pada orang berusia 50 tahun atau lebih.

Peneliti menemukan kanker kolorektal onset dini dikaitkan dengan penggunaan aspirin yang tidak rutin, sering mengonsumsi daging merah, asupan alkohol yang tinggi, hingga tingkat pendidikan yang lebih rendah.

Studi juga menemukan bahwa rendahnya asupan serat berisiko tinggi menyebabkan kanker rektum, bagian paling bawah dari usus besar yang terhubung ke anus.

"Studi skala besar pertama tentang faktor risiko non-genetik untuk kanker kolorektal onset dini ini memberikan dasar awal untuk mengidentifikasi apa yang perlu ditargetkan pada orang-orang yang paling berisiko," tutur peneliti senior Richard Hayes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebiasaan Minum Manis Tingkatkan Risiko Idap Kanker Kolorektal Dini

Kebiasaan Minum Manis Tingkatkan Risiko Idap Kanker Kolorektal Dini

Health | Sabtu, 08 Mei 2021 | 12:37 WIB

Waspada Konsumsi Minuman Dimaniskan, Tingkatkan Risiko Kanker Kolorektal

Waspada Konsumsi Minuman Dimaniskan, Tingkatkan Risiko Kanker Kolorektal

Health | Jum'at, 07 Mei 2021 | 13:13 WIB

Deteksi Kanker Kolorektal, Waspada Diare dan Nyeri Perut

Deteksi Kanker Kolorektal, Waspada Diare dan Nyeri Perut

Health | Senin, 29 Maret 2021 | 08:39 WIB

Terkini

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB