Mesti Dites, Begini Cara Covid-19 Pengaruhi Kadar Gula Darah

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 20 Mei 2021 | 18:15 WIB
Mesti Dites, Begini Cara Covid-19 Pengaruhi Kadar Gula Darah
Ilustrasi obat diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]

Suara.com - Setahun lebih pandemi Covid-19 melanda dunia. Penyakit yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China ini kerap disebut virus seribu wajah.

Karena Covid-19 memiliki gejala yang sangat beragam. Bahakna, berdasarkan penelitian baru-baru ini, orang yang menderita gula darah tinggi berisiko 30 persen lebih tinggi dites positif Covid19.

Untuk itu penting untuk juga selalu rutin melakukan pengecekan kadar gula darah. Terlebih, selama pandemi banyak orang telah mengurangi aktivitas fisik, dan pada akhirnya akan mempengaruhi kadar gula darah. 

Dilansir dari Times of India, Dr Sujeet Jha, Direktur Utama - Endokrinologi, Diabetes & Obesitas, Max Hospital, New Delhi, mengatakan Pola makan yang tidak begitu baik , demam tinggi, dan faktor lain selama infeksi Covid-19 menyebabkan peningkatan kadar gula darah.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Selain itu, kondisi ini dipicu oleh penggunaan steroid, yang tidak dapat dihindari pada beberapa pasien.

Oleh sebab itu SUjeet menyarankan agar siapapun yang dinyatakan positif mengidap virus SARS-CoV-2 harus menjalani tes diabetes mereka. Ini adalah tes sederhana yang sering diabaikan dan memainkan peran utama dalam menentukan perawatan yang tepat dan karenanya harus dilakukan.

Bahkan jika dokter melewatkannya, itu harus dianggap sebagai tes wajib. Selain itu, seorang anak berusia 5 tahun dites positif, dia harus diuji kadar gula darahnya, tambah Dr Jha.

Penggunaan steroid secara menyeluruh tidak tepat pada penderita diabetes dan non-diabetes. Steroid hanya boleh digunakan jika diresepkan oleh dokter.

Dengan kombinasi gejala Covid- dengan gejala Covid-19, sangat sulit untuk membedakan gejala gula darah tinggi. Jadi, yang terbaik adalah melakukan tes gula darah bersama dengan HbA1c untuk mengetahui tingkat gula darah rata-rata.

Dr SK Wangnoo, Konsultan Senior, Endokrinologi, Rumah Sakit Apollo, New Delhi berkata, mengatakan bahwa wajib bagi semua orang baik mereka penderita diabetes atau tidak untuk memeriksakan kadar gula darahnya.

Covid-19 dapat mempengaruhi sel beta pankreas, yang memproduksi insulin. ACE- 2 reseptor merusak sel beta yang memproduksi insulin. Hal ini menyebabkan kekurangan insulin dan dengan demikian meningkatkan kadar gula darah.

Kadar gula darah harus dipantau dengan cermat selama infeksi COVID dan harus diobati hanya dengan insulin.
Orang dengan kadar gula darah tinggi menjadi lebih parah dengan penggunaan steroid.

Kondisi prediabetik dapat diubah menjadi diabetes penuh, jika tidak ditangani tepat waktu. Orang-orang ini harus diobati dengan insulin untuk mengontrol kondisinya.

Pasien dengan diabetes yang tidak terkontrol bisa terkena ketosis diabetik - diabetes yang tidak terkontrol dimana keton dalam darah menyebabkan ketidaknyamanan di dada. Ini disebut asidosis, keadaan darurat medis yang harus ditangani dengan perawatan infus insulin intravena bersama dengan tindakan dukungan lainnya.

Seseorang dengan diabetes terkontrol juga dapat memiliki kadar gula darah tinggi pasca COVID. Orang-orang ini mungkin membutuhkan insulin untuk sementara dan obat lama mereka mungkin tidak bekerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tekan Penyebaran Virus COVID 19, Palembang Perlu Terapkan Jam Malam

Tekan Penyebaran Virus COVID 19, Palembang Perlu Terapkan Jam Malam

Sumsel | Kamis, 20 Mei 2021 | 16:45 WIB

Pantes! Kasus COVID-19 Jakarta Turun karena yang Dites Juga Makin Dikit

Pantes! Kasus COVID-19 Jakarta Turun karena yang Dites Juga Makin Dikit

Jakarta | Kamis, 20 Mei 2021 | 16:38 WIB

Fleksibilitas Pfizer Meningkat, Bisa Disimpan di Freezer hingga 31 Hari

Fleksibilitas Pfizer Meningkat, Bisa Disimpan di Freezer hingga 31 Hari

Health | Kamis, 20 Mei 2021 | 16:51 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB