Bisa Dialami Si Kecil, Begini Gejala Long Covid Pada Anak

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 21 Mei 2021 | 15:50 WIB
Bisa Dialami Si Kecil, Begini Gejala Long Covid Pada Anak
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Suara.com - Tahun lalu, Covid-19 berdampak ringan atau tidak sama sekali pada anak-anak. Anak-anak kebanyakan dianggap sebagai pembawa virus dan jarang menunjukkan gejala apapun.

Namun, pada gelombang kedua, keadaan jauh berbeda dan virus berubah menjadi sama menular baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Anak-anak, termasuk bayi baru lahir, umumnya mengalami gejala virus corona ringan dan pulih lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasa.

Pertanyaannya kemudian, mungkinkah anak juga mengalami gejala jangka panjang atau dikenal dengan long Covid-19?

Dilansir dari Times of India, Covid-19 ringan atau sedang berlangsung sekitar 15 hari atau 2 minggu bagi kebanyakan orang. Selama fase pemulihan, gejalanya hilang dengan sendirinya secara perlahan.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Tetapi beberapa orang mengalami masalah kesehatan yang berkepanjangan setelah 15 hari masa pemulihan mereka dari fase akut penyakit tersebut.

Long Covid didefinisikan sebagai tanda dan gejala yang berkembang selama atau setelah infeksi virus corona dan berlanjut selama lebih dari 12 minggu setelah periode infeksi.


Dalam kebanyakan kasus, anak-anak mengembangkan gejala Covid-19 ringan seperti demam, batuk, sesak napas, kelelahan, sakit tenggorokan, diare, kehilangan penciuman dan kehilangan rasa atau tetap tanpa gejala.

Tetapi ada bukti yang berkembang yang menunjukkan bahwa beberapa anak dapat mengembangkan COVID lama, bahkan jika mereka tidak menunjukkan gejala apa pun setelah tertular virus. Beberapa kasus sindrom inflamasi multisistem atau sindroma multisistem inflamasi pediatrik (PIMS) telah ditemukan pada anak-anak setelah masa pemulihan. Selain itu, mereka juga dapat mengalami brain fog, nyeri otot, nyeri, masalah gastrointestinal, mual, pusing, kejang, halusinasi dan nyeri testis.


Berdasarkan sebuah penelitian di Italia yang mengamati 129 anak-anak berusia antara 6 dan 16 tahun, yang terinfeksi virus corona antara Maret dan November 2020, sekitar 42,6 persen anak-anak tersebut mengalami gejala selama lebih dari 60 hari pasca-infeksi.

Studi kasus serupa yang dilakukan di Swedia, pada lima anak berusia antara 9 hingga 15 tahun mengungkapkan bahwa semuanya memiliki gejala seperti kelelahan, dispnea (sesak napas), jantung berdebar-debar atau nyeri dada bahkan 6 hingga 8 bulan setelah infeksi awal.

Alasan sebenarnya mengapa anak-anak mengalami gejala Covid-19 minggu setelah infeksi awal masih belum diketahui.

Dalam kasus orang dewasa, berspekulasi bahwa gejala COVID-19 tetap ada bahkan setelah infeksi awal karena masih adanya virus aktif dalam sistem, infeksi ulang, sistem respons imun yang lemah, atau kondisi yang sudah ada sebelumnya.

Ditunjukkan bahwa stres pasca-trauma setelah penyakit juga bisa menjadi penyebabnya.

Namun, faktor yang menyebabkan gejala Covid-19 yang lama mungkin berbeda dengan orang dewasa. Menurut para ahli, diperlukan lebih banyak penelitian di bidang ini untuk menentukan faktor-faktor yang dapat membuat anak-anak mengalami gejala Covid-19 jangka panjang.

Lebih banyak penelitian sedang dilakukan untuk memahami penyebab pasti yang dapat menyebabkan gejala jangka panjang pada orang dewasa maupun anak-anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bule Inggris Kabur dari Karantina COVID-19, Pura-pura Kencing

Bule Inggris Kabur dari Karantina COVID-19, Pura-pura Kencing

Jakarta | Jum'at, 21 Mei 2021 | 13:29 WIB

Kisah Wanita Usir Pria di Bandara, Auto Panik Ternyata Anak Jokowi

Kisah Wanita Usir Pria di Bandara, Auto Panik Ternyata Anak Jokowi

Hits | Jum'at, 21 Mei 2021 | 13:15 WIB

Mudik Lebaran Tak Lapor, Pasutri Positif Covid-19 Sepulang ke Jakarta

Mudik Lebaran Tak Lapor, Pasutri Positif Covid-19 Sepulang ke Jakarta

News | Jum'at, 21 Mei 2021 | 13:07 WIB

Terkini

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB