Antisipasi Lonjakan Covid-19, Prof Wiku: Testing Harus Diperbanyak!

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 22 Mei 2021 | 13:33 WIB
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Prof Wiku: Testing Harus Diperbanyak!
Ilustrasi Tes Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Setelah libur panjang lebaran 2021, lonjakan Covid-19 biasanya baru akan terlihat pada 1 hingga 2 minggu kemudian. Sehingga untuk mengantisipasi, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas testing Covid-19.

"Jika melihat perkembangan data testing dan kasus secara berdampingan," ujar Wiku dalam keterangan persnya, Kamis (20/5/2021).

Kabar baiknya, menurut Wiku, saat ini kapasitas testing Covid-19 Indonesia sudah melampaui standar yang ditetapkan Organisasai Kesehatan Dunia atau WHO, yakni 1 berbanding 1000 populasi per minggu.

"Kenyataannya, testing konsisten di atas standar WHO selama 9 minggu berturut-turut," jelasnya.

Meskipun ia tak menampik jika kapasitas testing sempat kurang dari target WHO, yakni hanya 75,37 persen pada minggu kedua Mei 2021.

"Hal ini dapat terjadi karena periode libur lebaran pada minggu lalu yang mempengaruhi operasional laboratorium. Sehingga menyebabkan jumlah orang yang diperiksa menurun," jelas Wiku.

Selanjutnya, kata dia, sangat penting pemerintah pusat maupun daerah mampu menjaga maupun meningkatkan kapasitas testing dan pemeriksaan di laboratorium, agar konsisten melampaui standar testing WHO.

Sehingga gambaran kasus di lapangan bisa terpotret jelas, termasuk usai libur panjang lebaran 2021 yang baru saja berlalu.

"Pastikan seluruh daerah memiliki fasilitas dan sumberdaya yang cukup untuk melakukan testing. Dan segera selesaikan apabila terdapat kendala atau membutuhkan bantuan," pungkas Wiku.

Mengutip data Worldometers, Sabtu (22/5/2021) ada sebanyak 5.746 kasus infeksi baru di tanah air dari total 1,7 juta kasus positif Covid-19.

Sementara itu, 186 warga Indonesia baru saja dinyatakan meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19. Hingga kini sudah ada 49.073 orang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia.

Sedangkan sebanyak 1,6 juta berhasil dinyatakan sembuh, kini masih ada lebih dari 89 ribu orang masih berstatus positif Covid-19, dan masih dalam perawatan rumah sakit atau isolasi mandiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumah Sakit Rusak, Tes dan Vaksinasi Covid-19 di Gaza Terhenti

Rumah Sakit Rusak, Tes dan Vaksinasi Covid-19 di Gaza Terhenti

Health | Jum'at, 21 Mei 2021 | 06:23 WIB

14 Ribu Lebih Pemudik Sudah Balik ke Jakarta, Mayoritas Belum Tes Covid-19

14 Ribu Lebih Pemudik Sudah Balik ke Jakarta, Mayoritas Belum Tes Covid-19

News | Kamis, 20 Mei 2021 | 18:56 WIB

Sebelum Balik ke Jawa, Ribuan Santri di Kubu Raya Bisa Tes Covid-19 Gratis

Sebelum Balik ke Jawa, Ribuan Santri di Kubu Raya Bisa Tes Covid-19 Gratis

Kalbar | Kamis, 20 Mei 2021 | 16:19 WIB

Terkini

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB