Awas, Kerja Shift Malam Bisa Bikin Menstruasi Tidak Teratur & Endometriosis

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 24 Mei 2021 | 17:36 WIB
Awas, Kerja Shift Malam Bisa Bikin Menstruasi Tidak Teratur & Endometriosis
Ilustrasi wanita menstruasi (istockphoto)

Suara.com - Sebuah penelitian baru yang dipresentasikan pada Kongres Endokrinologi Eropa ke23 (e-ECE 2021) pada Minggu (23/5/2021) malam, menunjukkan perempuan yang bekerja shift malam mungkin lebih berisiko mengalami menstruasi yang tidak teratur dan menderita endometriosis.

Endometriosis merupakan suatu kondisi di mana jaringan yang mirip dengan lapisan rahim tumbuh di luarnya, seperti di ovarium atau saluran tuba. Penyakit ini memengaruhi sekitar 10 persen (190 juta) wanita dan anak perempuan usia reproduksi secara global.

Gejala endometriosis dapat bervariasi, menurut Eurekalert. Beberapa penderita dapat mengalami gejala parah, sedangkan yang lainnya tidak merasakannya.

Dalam kasus parah, endometriosis bisa sangat menyakitkan dan menyebabkan kemandulan, keguguran, serta kehamilan ektopik karena kemungkinan efek endometriosis pada rongga panggul, ovarium, saluran tuba, atau rahim.

Tim peneliti dari Universitas Nasional dan Kapodistrian Athena, Yunani, menyelidiki ekspresi gen inti terkait jam tubuh (ritme sirkadian) dalam jaringan endometrium eutopik dan ektopik berpasangan.

Ilustrasi (Foto: shutterstock)
Ilustrasi (Foto: shutterstock)

Studi tersebut mengamati 27 pasien dengan endometriosis ovarium.

"Bukti klinis bahwa gangguan ritme sirkadian dapat dikaitkan dengan endometriosis sekarang dikonfirmasi di tingkat jaringan, dengan ekspresi gen ritme sirkadian yang berubah pada endometrium ektopik," kata salah seorang peneliti Eva Kassi.

"Memahami penyebab dan efek endometriosis akan meningkatkan kemampuan peneliti dalam mendeteksi, mengelola, atau bahkan, mencegah kondisi tersebut," lanjutnya.

Menurutnya, temuan tersebut memberi pemahaman yang lebih baik tentang gangguan ritme biologis tubuh.

Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan dalam ekspresi CLOCK, CRY1, PER-2 dan Rev-ERBb dalam jaringan endometrium normal, dibandingkan dengan jaringan endometrium ektopik, yang menunjukkan adanya gangguan waktu biologis.

Meski begitu, peneliti mengatakan hubungan kausal dari pola ekspresi gen-gen yang berubah ini dengan perkembangan endometriosis perlu diteliti lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Temukan Protein yang Dapat Menertibkan Ritme Sirkadian

Peneliti Temukan Protein yang Dapat Menertibkan Ritme Sirkadian

Health | Rabu, 13 Mei 2020 | 20:04 WIB

Insomnia dan Gangguan Ritme Sirkadian, Berbedakah?

Insomnia dan Gangguan Ritme Sirkadian, Berbedakah?

Health | Kamis, 11 Januari 2018 | 12:42 WIB

Ini Jam Kerja Ideal Sesuai Ritme Sirkadian

Ini Jam Kerja Ideal Sesuai Ritme Sirkadian

Lifestyle | Selasa, 29 September 2015 | 09:07 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB