Peneliti Temukan Protein yang Dapat Menertibkan Ritme Sirkadian

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Rabu, 13 Mei 2020 | 20:04 WIB
Peneliti Temukan Protein yang Dapat Menertibkan Ritme Sirkadian
Ilustrasi kurang tidur. (Shutterstock)

Suara.com - Ritme sirkadian dikenal sebagai proses internal dan alami yang mengatur siklus tidur-bangun yang diulangi kira-kira setiap 24 jam. Ini merupakan jam biologis yang memberitahu tubuh kapan waktu untuk tidur, bangun atau makan.

Sayangnya, meskipun banyak usaha, para ilmuwan masih tidak tahu bagaimana mesin biologis yang terlibat dalam proses itu bekerja.

Dalam upaya baru ini, para peneliti telah mengambil langkah lain menuju mengungkap misteri ritme sirkadian.

Dilansir dari Medical Xpress, sebuah tim peneliti dari beberapa institusi di China dan dua di AS telah menemukan protein yang membuat ritme sirkadian sesuai jadwal pada tikus.

Dalam makalah mereka yang diterbitkan dalam jurnal Science Translational Medicine, kelompok ini menggambarkan screening ribuan obat dalam pencarian mereka untuk molekul yang mungkin berdampak pada ritme sirkadian.

Pekerjaan tersebut melibatkan screening lebih dari 10.000 obat percobaan sebagai bagian dari pencarian obat dengan dampak langsung pada ritme sirkadian, mengacaukannya dengan cara positif atau negatif.

Jaga Kondisi Tubuh Anda Saat Berpuasa Dengan Pola Tidur yang Baik
Ilustrasi bangun tidur.

Setelah banyak usaha, mereka akhirnya menemukan senyawa yang mereka cari, yakni cordycepin , senyawa alami yang ditemukan dalam jenis jamur langka yang telah digunakan untuk meningkatkan respons seksual.

Tetapi karena sangat mahal, para peneliti menggunakan bentuk sintetis untuk tujuan pengujian.

Begitu mereka mengidentifikasi senyawa, para peneliti mulai bekerja mempelajari lebih banyak tentang hal itu dan bagaimana dampaknya terhadap jam sirkadian pada tikus.

Baca Juga: Puluhan Orang Meninggal di Meksiko Setelah Tenggak Miras Palsu

Di bawah kedua skenario, mereka memberi tikus cordycepin dosis dan kemudian memantau mereka untuk melihat berapa lama mereka mengubah siklus tidur agar sesuai dengan lingkungan baru mereka.

Ilustrasi pria tidur menggunakan selimut. (Shutterstock)
Ilustrasi pria tidur menggunakan selimut. (Shutterstock)

Para peneliti menemukan bahwa rata-rata, hanya butuh empat hari dalam kedua kasus, dibandingkan dengan delapan hari normal untuk kelompok kontrol.

Dalam melihat lebih dekat pada cordycepin sintetis, para peneliti menemukan bahwa itu mampu mengikat enzim yang disebut RUVBL2, sebuah transkripsi pengaruh gen yang diketahui mengendalikan ritme sirkadian.

Cordycepin dapat mengaktifkan atau menonaktifkan transkripsi tersebut. Tim juga mencatat bahwa RUVBL2 cenderung berlimpah di bagian otak tikus yang diketahui merespons sinyal cahaya yang datang dari mata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI