alexametrics

Merangsang Sistem Saraf, Simak Manfaat Berpelukan untuk Kesehatan Tubuh

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana
Merangsang Sistem Saraf, Simak Manfaat Berpelukan untuk Kesehatan Tubuh
Potret Orang-orang Berpelukan. (Unsplash/@helenalopez)

Berpelukan bisa memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan.

Suara.com - Berpelukan dengan orang yang disayang memang sudah dikenal memberikan manfaat bagi kesehatan. Hal ini dinyatakan oleh Francis McGlone, profesor ilmu saraf di Liverpool John Moores University dan Susannah Walker, dosen senior ilmu alam dan psikologi di Liverpool John Moores University dalam studi mereka. 

Melansir dari Independent, menurut peneliti pelukan memicu sistem sentuhan lambat di mana melibatkan saraf aferen c-taktil. Saraf ini memproses makna emosional dari sentuhan.

Aferen c-taktil  pada dasarnya disebut juga "saraf pelukan" dan biasanya diaktifkan oleh jenis rangsangan yang sangat spesifik.  "Kami melihat aferen c-taktil sebagai tahap masukan saraf dalam menandakan sensasi interaksi sosial yang menyenangkan," catat para peneliti.

"Saat seseorang memeluk kita, rangsangan aferen c-taktil di kulit kita mengirimkan sinyal melalui sumsum tulang belakang ke jaringan pemrosesan emosi otak. Ini menginduksi aliran sinyal kimia saraf yang telah membuktikan manfaat kesehatan," imbuh mereka. 

Baca Juga: Tiga Aktivis di Jember Ditetapkan Tersangka Kasus Pelanggaran Prokes

Beberapa zat kimia saraf termasuk hormon oksitosin mengalir saat berpelukan di mana bisa memperlambat detak jantung dan mengurangi tingkat stres dan kecemasan. Pelepasan endorfin di jalur otak saat berpelukan juga mendukung perasaan senang dan sejahtera.

Ilustrasi Bertemu Keluarga di Kampung Halaman - pexels.com/Askar Abayev
Ilustrasi Bertemu Keluarga di Kampung Halaman - pexels.com/Askar Abayev

Selain itu, tidur bersama dengan memeluk orang yang disayang juga akan menjaga kualitas tidur. Hal ini disebabkan berpelukan menurunkan kadar hormon kortisol sehingga menimbulkan rasa tenang.

Kortisol adalah pengatur utama siklus tidur-bangun, tetapi juga meningkat saat kita stres. Tak heran jika tingkat stres yang tinggi dapat menunda tidur dan menyebabkan insomnia.

Penelitian bahkan menunjukkan bahwa berpelukan di tempat tidur dapat melindungi kita dari flu biasa. Dengan memantau frekuensi berpelukan di antara lebih dari 400 orang dewasa yang kemudian terpapar virus flu biasa, para peneliti menemukan pelukan menurunkan risiko kemungkinan terkena flu atau mengembangkan gejala parah akibat flu. 

Baca Juga: Catatan WHO, Lebih dari 115.000 Tenaga Kesehatan Meninggal Selama Pandemi Covid-19

Komentar