Array

Amankah Lihat Gerhana Bulan dengan Mata Telanjang? Begini Menurut Pakar

Rabu, 26 Mei 2021 | 14:13 WIB
Amankah Lihat Gerhana Bulan dengan Mata Telanjang? Begini Menurut Pakar
Gerhana bulan total. [Ist/BMKG]

Suara.com - Gerhana bulan Pertama tahun 2021 akan terlihat pada hari ini, Rabu (26/5/2021). Hal ini akan menjadi fenomena luar biasa karena akan menjadi supermoon.

Supermoon adalah gerhana bulan dan bulan darah merah yang terjadi secara bersamaan. Gerhana bulan ini akan terlihat oleh masyarakat India, Asia Selatan, Asia Timur, Amerika Selatan, Austria dan sebagian besar Amerika Utara, Samudra Pasifik, Samudra Atlantik, Samudra Hindia dan Antartika.

Para skygazer sangat bersemangat untuk menyaksikan fenomena gerhana bulan ini. Banyak orang mungkin juga tak sabar ingin melihatnya nanti malam.

Sebenarnya, semua orang disarankan tidak melihat gerhana bulan dengan mata telanjang. Tapi, banyak yang percaya bahwa melihat gerhana bulan dengan mata telanjang tidak membahayakan.

Menurut para ahli, sangat aman untuk menyaksikan gerhana bulan dengan mata telanjang. Ada dua fase gerhana bulan, yakni fase parsial di mana bulan melewati bayangan bumi dan gerhana bulan total di mana seluruh bulan melewati bayangan bumi.

Ilustrasi Gerhana Bulan [Caiostefamasca/Pixabay]
Ilustrasi Gerhana Bulan [Caiostefamasca/Pixabay]

Sayangnya dilansir dari Times of India, tidak ada kacamata khusus untuk menyaksikan gerhana bulan dan aman untuk melihat fase gerhana bulan dengan mata telanjang.

Satu-satunya cara tidak aman melihat gerhana bulan dengan mata telanjang adalah tidak terlalu jauh dari matahari. Hal ini terjadi setelah dan selama gerhana karena matahari terlalu berbahaya untuk dilihat kapan pun sepanjang hari dengan mata telanjang.

Menurut NASA, supermoon terjadi ketika orbit Bulan paling dekat dengan Bumi dan Bulan pada waktu yang sama. Saat Bulan mengorbit Bumi, ada jarak antara keduanya paling kecil (360.000 km) dan titik waktu saat jarak paling jauh (405.000 km).

Ketika bulan purnama muncul pada titik di mana jarak antara bumi dan bulan paling kecil, Bulan tampak lebih cerah dan lebih besar dari bulan biasa. Istilah supermoon diciptakan oleh astrolog Richard Nolle pada tahun 1979.

Baca Juga: Infeksi Jamur Kuning Lebih Bahaya, Apa Bedanya dengan Jamur Hitam dan Putih?

Pada hari ini, dua fenomena luar biasanya akan terjadi pada waktu bersamaan. Salah satunya adalah supermoon dan gerhana bulan total ketika matahari dan bulan berada di sisi berlawanan dari bumi.

Karena gerhana bulan total, bulan akan tampak lebih merah. Fenomena ini terjadi karena bumi akan menghalangi sebagian cahaya dari matahari yang sampai ke bulan. Atmosfer bumi menyaring cahaya dan melembutkan tepi bayangan planet kita, memberi warna merah pada bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI