Tumbuh Kembang Anak Bisa Terganggu Hingga Dewasa Jika Hal Ini Terjadi

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 27 Mei 2021 | 02:10 WIB
Tumbuh Kembang Anak Bisa Terganggu Hingga Dewasa Jika Hal Ini Terjadi
Ilustrasi tumbuh kembang. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Usia seribu hari pertama anak disebut sebagai usia emas pertumbuhan dan perkembangan. Waktu emas itu dimulai sejak anak masih dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Saat itu, otak anak juga berkembang dengan pesat.

Karenanya, jika terjadi sesuatu yang membahayakan ibu juga anaknya selama sama seribu hari pertama itu bisa berdampak pada tumbuh kembang otaknya.

"Jika terjadi sesuatu sejak masih dalam kandungan hingga usia 2 tahun, jika hal itu menciderai otak, maka akan menyebabkan risiko gangguan tumbuh kembang sampai dewasa," kata Dokter Spesialist Anak di RS Permata Bekasi dr. ST Rahmah Rahim, Sp.A., dalam Kulwap daring, Rabu (26/5/2021).

Ilustrasi tumbuh kembang.

Oleh sebab itu, para ibu sering kalj diingatkan untuk mengoptimalkan nutrisi sejak masa kehamilan dan saat bayi telah lahir, terutama selama masa usia emas tersebut. Dokter Rahmah mengatakan, semakin sering stimulasi dilakukan kepada anak, maka tumbuh kembang otaknya juga semakin pesat. Peluang agar anak cerdas juga semakin besar.

"Kalau kita sebut sebagai masa kritis pertumbuhan otak yaitu 0 sampai 2 tahun. Di situ ada kemampuan otak untuk melakukan reorganisasi atau kalau dia ada yang rusak maka otak punya kemampuan untuk bagian yang sehat mengambil alih fungsi dari otak yang rusak. Tetapi otak yang rusak memang tidak bisa diperbaiki lagi," ucapnya.

Sehingga orangtua diingatkan harus waspada karena jika pertumbuhan otak terhenti, misalnya karena adanya cedera otak, maka pertumbuhan otaknya juga bisa terhenti atau jadi lebih lambat pertumbuhannya. Ia menyarankan agar anak diberikan stimulus berupa aktivitas fisik aktif yang dalam jangkauan pantauan orangtua.

Dokter Rahmah mengatakan, orangtua jangan terlalu protektif melarang anak melakukan apa pun. Sebab hal tersebut juga menghambat anak untuk bisa lakukan eksplorasi dan mengetahui banyak hal.

"Yang dapat kita lakukan adalah pemantauan berkala untuk melihat adakah kemungkinan keterlambatan perkembangan. Sehingga kalau kita tahu lebih dini maka kita bisa lebih mudah untuk mengatasi gangguan perkembangan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak di Banyumas Meninggal Karena Game Online, Hasil Diagnosis: Gangguan Mental Organik

Anak di Banyumas Meninggal Karena Game Online, Hasil Diagnosis: Gangguan Mental Organik

Jawa Tengah | Rabu, 26 Mei 2021 | 18:17 WIB

Kecanduan Game Online Mobile Legend, Anak di Banyumas Meninggal Dunia

Kecanduan Game Online Mobile Legend, Anak di Banyumas Meninggal Dunia

Jawa Tengah | Rabu, 26 Mei 2021 | 18:05 WIB

Psikis Anak Korban Aniaya Ayah di Tangsel Mulai Pulih, Diasuh Sementara Kapolres

Psikis Anak Korban Aniaya Ayah di Tangsel Mulai Pulih, Diasuh Sementara Kapolres

Jakarta | Rabu, 26 Mei 2021 | 18:05 WIB

Terkini

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB