Tingkat Testosteron Rendah pada Pria Berkaitan dengan Covid-19 Lebih Parah

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 27 Mei 2021 | 13:15 WIB
Tingkat Testosteron Rendah pada Pria Berkaitan dengan Covid-19 Lebih Parah
Ilustrasi pasien covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian kecil menunjukkan pria yang memiliki kadar testosteron rendah lebih mungkin menderita Covid-19 parah saat terinfeksi.

Sebelumnya, peneliti telah mengetahui bahwa pria cenderung menderita Covid-19 yang lebih parah dibanding wanita. Tetapi penyebabnya tidak jelas pada saat itu.

Untuk memahami hubungan antara testosteron dan tingkat keparahan Covid-19, para peneliti mengumpulkan sampel darah dari 90 pria dan 62 wanita penderita Covid-19 yang diperiksa di Rumah Sakit Barnes-Jewish di St. Louis. Sebanyak 143 dari jumlah tersebut dirawat di rumah sakit.

Peneliti mengambil sampel darah dari pasien yang masih dirawat di rumah sakit pada hari ketiga, ketujuh, ke-14 dan ke-28. Kemudian mereka mengukur kadar hormon testosteron pasien.

Pada wanita, tidak ada hubungan antara tingkat keparahan Covid-19 dan kadar hormon apa pun yang diukur. Sedangkan pada pria, tingkat testosteron memengaruhi.

Ketika dirawat, pria yang menderita Covid-19 parah memilki rata-rata tingkat testosteron 52 nanogram per desiliter, yang dianggap rendah pada pria dewasa.

Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Sementara pada mereka yang memiliki kadar hormon tersebut 151 nanogram per desiliter, sakitnya tidak terlalu parah, menurut Live Science.

Peneliti pun memasukkan faktor yang dapat membuat Covid-19 lebih parah, seperti usia, indeks massa tubuh (IMT), penyakit komorbid, merokok, dan ras (faktor tersebut juga berkaitan dengan turunnya kadar testosteron).

Pada hari ketiga rawat inap, tingkat testosteron rata-rata pria dengan Covid-19 parah turun menjadi 19 nanogram per desiliter. Sebanyak 37 dari pasien yang dirawat meninggal selama penelitian, 25 di antaranya laki-laki.

"Penderita Covid-19 yang awalnya tidak sakit parah tetapi memiliki kadar testosteron rendah, kemungkinan besar membutuhkan perawatan intensif atau intubasi selama dua atau tiga hari ke depan," kata penulis utama studi Sandeep Dhindsa, ahli endokrinologi di Saint Louis University.

Namun, peneliti belum mengetahui apakah kadar testosteron turun karena terinfeksi virus corona atau seseorang yang sudah punya kadar testosteron rendah akan menderita Covid-19 lebih parah, sebab dokter tidak mengukur kadar hormon pada pasiennya sebelum sakit.

Tetapi menurut peneliti ada kemungkinan pria yang memiliki kadar testosteron rendah sebelum sakit akan menderita Covid-19 yang lebih parah akibat penurunan massa dan kekuatan otot, sehingga menyebabkan kapastitas paru-paru menurun.

Kini, peneliti berharap untuk dapat menyelidiki apakah ada hubungan antara testosteron dengan masalah kardiovaskular pada penderita Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asupan Berikut Picu Testosteron Rendah, Lemahkan Libido dan Seks Pria

Asupan Berikut Picu Testosteron Rendah, Lemahkan Libido dan Seks Pria

Health | Minggu, 25 April 2021 | 20:00 WIB

Hormon Testosteron Bisa Picu Pria Lebih Egois

Hormon Testosteron Bisa Picu Pria Lebih Egois

Sumbar | Jum'at, 19 Maret 2021 | 10:10 WIB

Kenapa Pria Lebih Egois? Ternyata Hormon Testosteron Pengaruhi Emosi Ini!

Kenapa Pria Lebih Egois? Ternyata Hormon Testosteron Pengaruhi Emosi Ini!

Health | Kamis, 18 Maret 2021 | 15:03 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB