Lubang Pusar Juga Perlu Dibersihkan Setiap Mandi, Ini Alasannya

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 30 Mei 2021 | 13:42 WIB
Lubang Pusar Juga Perlu Dibersihkan Setiap Mandi, Ini Alasannya
Ilustrasi pusar (shutterstock)

Suara.com - Lubang pusar termasuk bagian tubuh yang kotor karena terdiri dari kumpulan kulit mati, bulu tumbuh, dan bulu yang tidak berbahaya dari sisa pakaian. Karena itu, Anda harus menjaga kebersihan area pusar agar tidak berkembang menyebabkan infeksi.

Dr Fiona Worsnop, konsultan dermatologis di Klinik Stratum, menjelaskan kotoran bagian dalam pusar atau serat pusar disebabkan oleh penumpukan kotoran, seperti serat dari pakaian, sel kulit mati, dan rambut tumbuh.

"Semua kotoran di dalam pusar atau serat pusar adalah hal-hal normal yang terjadi pada semua kulit ketika bersentuhan. Tapi, lubang pusar sendiri bisa bertindak sebagai reservoir," kata Dr Fiona dikutip dari Express.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dengan bentuk pusar yang masuk, dibandingkan keluar. Selain itu, orang yang memiliki rambut panjang dan tebal di tubuh atau sekitar pusar.

Sebenarnya, rambut di sekitar pusar ini baik untuk menyingkirkan kotoran-kotoran di dalam pusar. Tetapi, rambut ini juga bisa menahan kotoran tetap berada di dalam pusar.

Ilustrasi pusar. (Shutterstock)
Ilustrasi pusar. (Shutterstock)

"Ini adalah proses fisiologis normal dan tidak menandakan adanya masalah kesehatan mendasar," jelasnya.

Meskipun Anda tidak perlu menghilangkan atau membersihkan serat pusar, Dr Fiona tetap lebih baik untuk membersihkannya. Karena, kotoran dan kulit bisa menjadi lembap dan menyebabkan iritasi hingga peradangan bila tidak dibersihkan dan sudah bercampur keringat.

Bahkan, infeksi bisa berkembang jika ada kulit yang rusak sehingga menjadi area terbaik untuk masuknya patogen. Hussain Abdeh dari Medicine Direct, menyarankan Anda harus curiga bila serat pusar berwarna aneh, berbau aneh atau menyerupai sesuatu yang tidak biasa.

"Karena itu bisa menandakan suatu kondisi mendasar. Di sisi lain, kondisi itu bisa terjadi bila Anda tidak pernah membersihkan pusar dengan benar selama mandi," jelasnya.

Infeksi bakteri bisa terjadi bila Anda tidak membersihkan pusar secara menyeluruh. Akibatnya, penumpukan bakteri akibat kebersihan yang buruk bisa menyebabkan bau busuk dan kotoran menjadi tidak biasa.

"Anda harus membersihkan pusar dengan air dan membilasnya menggunakan sabun, sama seperti membersihkan area tubuh lain," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Coba Terapi Pusar untuk Kesehatan, Bagaimana Cara Melakukannya?

Coba Terapi Pusar untuk Kesehatan, Bagaimana Cara Melakukannya?

Health | Kamis, 27 Mei 2021 | 07:22 WIB

Tinggalkan Cotton Bud, Air dan Garam Bisa untuk Bersihkan Kotoran Telinga

Tinggalkan Cotton Bud, Air dan Garam Bisa untuk Bersihkan Kotoran Telinga

Health | Kamis, 20 Mei 2021 | 19:18 WIB

Kotoran Saat Buang Air Besar Berwarna Seperti Ini, Waspadai Kanker Usus

Kotoran Saat Buang Air Besar Berwarna Seperti Ini, Waspadai Kanker Usus

Health | Selasa, 18 Mei 2021 | 16:45 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB