Bolehkan Pasien Diabetes Minum Madu? Begini Aturannya!

Senin, 31 Mei 2021 | 12:50 WIB
Bolehkan Pasien Diabetes Minum Madu? Begini Aturannya!
Ilustrasi madu. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Madu adalah pemanis alami dari lebah yang bisa digunakan sebagai pengganti gula. Madu juga memiliki lebih banyak karbohidrat dan kalori per sendok teh dibandingkan gula meja.

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, 1 sendok makan madu mentah memiliki sekitar 60 kalori dan 17 gram karbohidrat. Madu juga mengandung banyak vitamin dan mineral, termasuk zat besi, vitamin C, folat, magnesium, kalium, dan kalsium.

Madu mentah juga dikenal sebagai madu tanpa filter. Madu ini diekstrak dari sarang lebah dan disaring untuk menghilangkan kotoran. Sedangkan, madu olahan mengalami proses penyaringan yang juga dipasteurisasi untuk menghancurkan ragi dan membuat umur simpan lebih lama.

Tapi, apakah penderita diabetes bisa konsumsi madu?

Karena madu adalah gula alami dan karbohidrat, wajar jika madu memengaruhi gula darah Anda. Jika dibandingkan dengan gula meja, ternyata madu memiliki efek yang lebih kecil.

Ilustrasi diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]
Ilustrasi diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]

Sebuah studi tahun 2004 dilansir dari Healthline, mengevaluasi efek madu dan gula meja pada kadar gula darah. Studi ini melibatkan individu dengan dan tanpa diabetes tipe 1.

Peneliti menemukan bahwa madu menyebabkan peningkatan gula darah pada penderita diabetes setelah 30 menit awal mengonsumsinya. Tapi, kemudian kadar gula darah partisipan menurun dan tetap pada level yang lebih rendah selama dua jam.

Hal ini membuat para peneliti percaya bahwa madu bisa menyebabkan peningkatan insulin, yang merupakan hormon penting untuk mengontrol gula darah.

Meskipun madu dapat meningkatkan kadar insulin dan membantu penderita diabetes mengontrol gula darah mereka, tampaknya belum ada penelitian konklusif yang mendukung madu sebagai faktor pencegahan diabetes

Baca Juga: Meski Kurang Efektif, Vaksin Pfizer Cukup Bisa Melindungi dari Virus Corona India

Para peneliti telah menemukan kemungkinan hubungan antara madu dan indeks glikemik yang lebih rendah. Dalam sebuah penelitian terhadap 50 orang dengan diabetes tipe 1 dan 30 orang tanpa diabetes tipe 1, peneliti menemukan madu memiliki efek glikemik yang lebih rendah pada semua partisipan dibandingkan gula.

Madu juga meningkatkan kadar C-petida, zat yang dilepaskan ke aliran darah ketika tubuh memproduksi insulin. Tingkat C-peptida yang normal berarti tubuh membuat insulin yang cukup.

Namun, temuan ini membutuhkan banyak penelitian untuk menentukan madu bisa digunakan untuk mencegah dan mengobati diabetes atau tidak.

Ingatlah, madu tergolong lebih manis daripada gula. Jika Anda mengganti gula dengan madu, Anda hanya membutuhkannya sedikit. Karena, madu bisa memengaruhi gula darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI