Lengan Sakit Usai Suntik Vaksin Covid-19? Coba Gerakan Ini untuk Mengurangi Nyeri

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 03 Juni 2021 | 09:26 WIB
Lengan Sakit Usai Suntik Vaksin Covid-19? Coba Gerakan Ini untuk Mengurangi Nyeri
Ilustrasi vaksinasi. [Antara]

Suara.com - Suntik vaksin Covid-19 sama halnya dengan suntikan vaksin lainnya yang bisa menimbulkan sejumlah efek samping. Lengan yang terasa sakit atau pegal setelah suntik vaksin Covid-19 adalah salah satu efek samping yang paling umum.

Baru-baru, viral di TikTok yang memperlihatkan seseorang memutar lengannya seperti kincir angin untuk mengatasi rasa sakit atau pegal setelah suntik vaksin Covid-19. Para ahli mengatakan metode itu cukup masuk akal.

Seorang pengguna TikTok yang menjadi viral, Chelly mengatakan mengayunkan tangan seperti gerakan kincir angin dalam setelah beberapa jam suntik vaksin Covid-19 cukup membantunya mengatasi lengan yang terasa sakit.

"Cara ini cukup bekerja lebih baik sehingga lengan saya tidak sakit esok harinya," jelas Chelly dikutip dari The Sun.

Menurut Dr Peter Chin-Hong, spesialis penyakit menular dan profesor kedokteran di University of California San Francisco, metode yang dilakukan oleh Chelly dan menjadi viral itu cukup masuk akal baginya. Pada dasarnya, gerakan tangan yang dilakukan Chelly itu justru meningkatkan suplai darah ke lengan yang divaksinasi.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Seperti yang kita tahu, vaksin Covid-19 memang disuntikan di bagian lengan atas, di area otot. Hal ini bisa menyebabkan lengan terasa sakit. Berdasarkan data uji coba vaksin Covid-19, 1 dari 10 orang mengalami rasa sakit di tempat suntikan, bengkak hingga ruam.

"Reaksi ini adalah hal normal yang menandakan sistem kekebalan tubuh sedang bekerja sehingga terjadi peradangan di area otot," kata Dr Chin-Hong.

Peradangan menunjukkan vaksin bekerja untuk memicu sistem kekebalan tubuh. Kemudian, otot lengan perlahan melepaskan vaksin ke sel-sel kekebalan, yang menyebabkan peradangan.

Tapi, Dr Chin-Hong mengatakan bahwa mengayunkan tangan setelah suntik vaksin Covid-19 dan menyebarkan vaksin lebih cepat membantu mengurangi rasa sakit.

Meski begitu, Anda juga tidak bisa melakukan gerakan seperti kincir angin itu segera setelah suntik vaksin Covid-19 baru selesai. Karena, inokulasi harus bekerja terlebih dahulu.

Ada juga cedera kecil yang tidak berbahaya pada tempat jarum disuntikan, yang menyebabkan lengan terasa sakit sehingga butuh aliran darah di bagian tersebut.

Jadi, sangat penting untuk menggerakan lengan Anda meskipun terasa tidak nyaman. Terkadang, perawat akan menyuntikan vaksin di lengan tangan yang dominan atau paling sering digerakkan, seperti lengan tangan kanan.

Cara lain untuk menghilangkan rasa sakit termasuk kompres dingin menggunakan kain bersih atau minum obat penghilang rasa sakit. Nyeri lengan seharusnya tidak berlangsung lebih dari dua atau tiga hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Israel Temukan Hubungan Antara Vaksin Pfizer dengan Miokarditis

Ilmuwan Israel Temukan Hubungan Antara Vaksin Pfizer dengan Miokarditis

Health | Kamis, 03 Juni 2021 | 08:17 WIB

Dari Sinovac hingga Pfizer, Mana Sebenarnya Vaksin Covid-19 yang Paling Baik?

Dari Sinovac hingga Pfizer, Mana Sebenarnya Vaksin Covid-19 yang Paling Baik?

Video | Kamis, 03 Juni 2021 | 08:00 WIB

Prof Cissy: Bukan Prioritas Utama, Tapi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Perlu

Prof Cissy: Bukan Prioritas Utama, Tapi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Perlu

wawancara | Kamis, 03 Juni 2021 | 07:49 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB