Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak? (Dok. Istimewa)
  • Kualitas udara buruk merupakan ancaman kesehatan serius, sering memicu bronkopneumonia yang menyebabkan kematian ratusan ribu anak setiap tahun.
  • Paparan polusi udara di rumah memicu peradangan paru-paru anak, menghambat suplai oksigen yang esensial untuk fungsi optimal tubuh.
  • Menjaga udara rumah tetap bersih melalui pembersih udara membantu mengurangi risiko iritasi dan mendukung pemulihan sistem pernapasan.

Suara.com - Kualitas udara buruk kini tidak lagi sekadar isu lingkungan, tetapi telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

Paparan polusi, debu, dan asap yang terus-menerus terhirup dapat memicu berbagai gangguan pernapasan, bahkan penyakit serius seperti bronkopneumonia yang kerap menyerang balita.

Data dari UNICEF menunjukkan bahwa pneumonia termasuk bronkopneumonia, masih menjadi salah satu penyebab utama kematian anak di dunia, dengan lebih dari 700.000 kasus setiap tahunnya.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kualitas udara yang dihirup anak setiap hari memiliki peran besar terhadap kesehatan paru-paru mereka.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menegaskan bahwa paparan polusi udara di lingkungan rumah, seperti debu halus, asap kendaraan, maupun asap rokok, dapat memicu peradangan pada paru-paru anak.

Peradangan tersebut berpotensi menghambat pasokan oksigen yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi secara optimal.

Berbeda dengan pneumonia yang biasanya menyerang satu bagian paru-paru, bronkopneumonia menyebar dalam bentuk bercak-bercak kecil di kedua paru. Infeksi ini juga dapat menyumbat saluran napas dengan lendir sehingga membuat anak kesulitan bernapas.

Akibatnya, tubuh si kecil harus bekerja lebih keras hanya untuk mendapatkan oksigen yang cukup. Gejala bronkopneumonia sering kali muncul secara bertahap.

Anak dapat mengalami napas yang lebih cepat dari biasanya, batuk berdahak yang tidak kunjung reda, hingga demam tinggi yang membuat tubuh lemas. Dalam beberapa kasus, anak juga menjadi lebih rewel dan kehilangan nafsu makan.

Orang tua perlu segera waspada apabila muncul tanda yang lebih serius, seperti warna kebiruan pada bibir atau kuku yang menandakan tubuh kekurangan oksigen.

Karena itu, menjaga kualitas udara di rumah menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan pernapasan anak. Lingkungan dengan udara bersih dapat membantu mengurangi risiko iritasi paru-paru akibat partikel debu atau polutan yang tidak terlihat oleh mata.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan pembersih udara seperti Levoit Core 300S. Perangkat ini dilengkapi sistem penyaringan tiga tahap, yaitu pre-filter, filter HEPA13, dan filter karbon aktif yang bekerja menyaring hingga 99,97 persen partikel polutan di udara.

Dengan proses filtrasi tersebut, partikel kecil seperti debu halus, alergen, hingga asap dapat tertangkap sebelum terhirup oleh anak. Udara yang lebih bersih membantu mengurangi potensi iritasi pada paru-paru yang dapat memicu produksi lendir berlebih dan menyumbat saluran napas.

Bagi anak yang sedang mengalami gangguan pernapasan seperti bronkopneumonia, kualitas udara yang baik juga dapat membantu proses pemulihan.

Paru-paru yang sedang meradang sudah bekerja lebih keras dari biasanya, sehingga udara yang bersih dan minim polutan dapat membuat proses bernapas terasa lebih ringan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Peringkat Enam Terburuk di Dunia Pagi Ini

Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Peringkat Enam Terburuk di Dunia Pagi Ini

News | Senin, 05 Januari 2026 | 09:28 WIB

Alami Gangguan Pernapasan, Calon Haji Asal Maros Selamet Meninggal Dunia di Madinah

Alami Gangguan Pernapasan, Calon Haji Asal Maros Selamet Meninggal Dunia di Madinah

News | Jum'at, 16 Mei 2025 | 11:42 WIB

Tips Puasa Aman dan Nyaman untuk Penderita Gangguan Paru dan Pernapasan Menurut Pakar

Tips Puasa Aman dan Nyaman untuk Penderita Gangguan Paru dan Pernapasan Menurut Pakar

News | Minggu, 02 Maret 2025 | 13:48 WIB

Terkini

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB