Hati-hati, Polusi Udara selama Kehamilan Tingkatkan Risiko Bayi Terkena Asma!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 03 Juni 2021 | 17:30 WIB
Hati-hati, Polusi Udara selama Kehamilan Tingkatkan Risiko Bayi Terkena Asma!
Ibu hamil (Shutterstock)

Suara.com - Asma pada anak kecil berkaitan erat dengan kondisinya selama dalam kandungan. Menurut penelitian, bayi yang ibunya terpapar partikel polusi udara berukuran kecil selama kehamilan jauh lebih berisiko terkena asma.

Studi ini menganalisis dampak partikel ultra-halus (UFP), yang tidak diatur oleh pemerintah. Partikel sumber UFP ini dianggap lebih beracun daripada partikel yang lebih besar yang dipantau secara rutin dan juga dikaitkan dengan asma.

Sumber UFP ini termasuk kendaraan, pembakar kayu, dan puluhan ribu partikel dapat ditemukan di setiap volume udara kota seukuran kubus gula. Partikel ini diperkirakan mampu menembus paru-paru ibu hamil dan masuk ke dalam aliran darah, yang menyebabkan peradangan.

Bahkan, partikel ini juga bisa menembus plasenta ke dalam sirkulasi janin. UFP telah dikaitkan dengan dampak lain termasuk kanker otak. Para peneliti mengatakan bahwa dampak kesehatan dari partikel UFP ini harus menjadi tolak ukur dan tindakan yang lebih baik untuk mengurangi udara kotor.

"Penelitian kami merupakan langkah awal yang penting dalam memantau paparan UFP yang lebih baik kedepannya," kata Prof Rosalind Wright, dari Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York dikutip dari The Guardian.

Ilustrasi bayi asma (Unsplash/Isaac Quesada)
Ilustrasi bayi asma (Unsplash/Isaac Quesada)

Prof Rosalind, mengatakan asma pada anak-anak ini akan tetap menjadi epidemi global yang kemungkinan akan tumbuh terus seiring meningkatnya paparan polusi udara partikulat yang diantisipasi karena efek perubahan iklim.

Prof Rosalind mengatakan janin sangat rentan terhadap stres oksidatif yang disebabkan oleh partikel polusi di jaringan tubuh. Perkembangan janin sangat sensitif terhadap apa pun yang membuat keseimbangan oksidasi rusak.

Polusi udara sudah diketahui membahayakan janin dengan meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Sebuah Penelitian tahun 2019 melaporkan bahwa polusi udara sama buruknya bagi ibu hamil yang merokok dalam meningkatkan risiko keguguran.

Penelitian baru, yang diterbitkan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, diikuti hampir 400 ibu dan anak-anak mereka selama kehamilan dan setelahnya di Boston, AS menemukan polusi Udara di sisi janin plasenta.

Tingkat UFP, yang lebih kecil dari 0,1 mikrometer, berkisar antara 10.000 hingga 40.000 per sentimeter kubik udara. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang ibunya terpapar kadar 30.000/cm3 selama kehamilan kira-kira 4 kalai lebih berisiko terkena asma dibandingkan ibu yang terpapar dalam kadar 15.000/cm3.

Sebagian besar diagnosis asma pada anak-anak terjadi tepat setelah usia tiga tahun. Secara keseluruhan, 18 persen bayi dinyatakan menderita asma.

Tapi, para ilmuwan juga memperhitungkan faktor-faktor lain, termasuk usia ibu dan obesitas. Mereka juga memperhitungkan polutan udara lainnya.

Para peneliti menemukan bahwa periode kehamilan ketika janin paling sensitif terhadap paparan UFP berbeda antara janin laki-laki dan perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa UFP mengganggu sistem hormonal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hindari Paracetamol saat Hamil, Tingkatkan Risiko Autisme dan ADHD Anak

Hindari Paracetamol saat Hamil, Tingkatkan Risiko Autisme dan ADHD Anak

Health | Kamis, 03 Juni 2021 | 12:13 WIB

Sakit Kepala saat Hamil? Jangan Asal Obat Bund, Begini Cara Atasinya

Sakit Kepala saat Hamil? Jangan Asal Obat Bund, Begini Cara Atasinya

Your Say | Rabu, 02 Juni 2021 | 19:28 WIB

Jangan Sampai Keliru, 4 Kesalahan Ini Bikin Pembacaan Test Pack Tidak Akurat

Jangan Sampai Keliru, 4 Kesalahan Ini Bikin Pembacaan Test Pack Tidak Akurat

Health | Rabu, 02 Juni 2021 | 19:00 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB