Awas! Pasien Virus Corona yang Mudah Cemas Berisiko Alami Long Covid-19

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 04 Juni 2021 | 16:50 WIB
Awas! Pasien Virus Corona yang Mudah Cemas Berisiko Alami Long Covid-19
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Sembuh dari infeksi Covid-19 tetap harus waspada dengan gejala sisa yang kemungkinan masih terasa. Hasil penelitian dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menunjukan bahwa gejala sisa, atau yang dikenal dengan istilah long Covid-19, masih bisa dirasakan selama empat pekan dinyatakan negatif.

Dokter spesialis paru dr. Yahya Sp.P, mengungkapkan bahwa 53,7 persen pasien merasakan gejala long Covid selama satu bulan, lainnya 43,6 persen selama 1-6 bulan, dan 2,7 persen lebih dari 6 bulan. 

“Gejala Long Covid dimulai dari pelemahan fisik secara umum, sesak napas, nyeri sendi, nyeri otot, batuk, diare, kehilangan penciuman, dan pengecapan," kata dokter Yahya dalam diskusi Satgas Covid-19, Kamis (3/6/2021).

Kemudian secara demografi, pasien laki-laki lebih besar peluangnya terkena efek long Covid. Salah satu alasannya karena gaya hidup merokok, lanjut dokter Yahya. Biasanya juga pasien Covid-19 yang bergejala berat atau mungkin yang berhasil sembuh setelah dibantu ventilator juga memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk alami long Covid.

Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Selain kondisi fisik, menurut dokter Yahya, faktor psikologis juga turut mempengaruhi terjadinya  long Covid.

"Memang ada kelemahan seseorang gampang cemas, gampang depresi, ini
juga faktor yang membuat seseorang long Covid,” terangnya. 

Hilangnya indera penciuman dan oengecap termasuk gejala covid yang umumnya masih terjadi meski sudah dinyatakan negatif. Dokter Yahya lakukan terapi mandiri di rumah untuk kembalikan lagi sensitivitas indera.

"Seperti mencium bau-bau yang sangat menyengat seperti minyak kayu putih dan parfum yang sangat harum. Ini perlu dilatih setiap hari agar pulih secepatnya,” saran dr. Yahya.

Dokter Yahya juga menyarankan, sebaiknya segera hubungi dokter jika terus mengalami gejala tertentu meski telah selesai perawatan ataupun isolasi mandiri infeksi Covid-19.

Sementara itu Ahli Virologi Universitas Udayana Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika menjelaskan bahwa long Covid bisa terjadi lantaran infeksi telah menyebabkan kerusakan pada beberapa jaringan organ tubuh. Sementara tubuh perlu waktu untuk memulihkan kerusakan tersebut.

"Hingga menyebabkan gangguan respon imun dan gangguan saraf. Karena itu mohon jangan lagi menganggap remeh penyakit Covid-19 ini,” pesannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih dari 50 Warga Positif Covid-19, 2 RT di Kabupaten Tangerang Lockdown

Lebih dari 50 Warga Positif Covid-19, 2 RT di Kabupaten Tangerang Lockdown

Jakarta | Jum'at, 04 Juni 2021 | 14:07 WIB

Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Pelaku Usaha di Lampung Belum Jelas

Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Pelaku Usaha di Lampung Belum Jelas

Lampung | Jum'at, 04 Juni 2021 | 13:58 WIB

Kocak! Reaksi Bapak-bapak Takut Tes Swab, Nangis Sampai Doa Komat-kamit

Kocak! Reaksi Bapak-bapak Takut Tes Swab, Nangis Sampai Doa Komat-kamit

News | Jum'at, 04 Juni 2021 | 14:02 WIB

Terkini

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

Health | Rabu, 22 April 2026 | 06:40 WIB

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB