Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya

M Nurhadi Suara.Com
Minggu, 08 Maret 2026 | 13:05 WIB
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
Ilustrasi vaksin [Unsplash/NCI]

Suara.com - Belakangan ini, masyarakat dikejutkan dengan kenaikan angka kasus campak yang cukup drastis. Situasi ini diperparah dengan perilaku figur publik di media sosial (Ruce Nuenda) yang tetap beraktivitas meski sedang terinfeksi, yang mencerminkan masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai risiko penularan.

Lebih miris lagi, masih ada kelompok yang menolak vaksinasi karena terhasut teori konspirasi yang menganggap vaksin sebagai senjata pemusnah massal.

Imunisasi adalah investasi krusial bagi masa depan. Anak yang mendapatkan vaksinasi memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat terhadap serangan virus dan bakteri dibandingkan mereka yang tidak divaksin.

Sehat dalam hal ini bukan sekadar fisik, namun mencakup kemampuan anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal guna mencapai potensi maksimal dalam hidupnya.

Data dari WHO menunjukkan realitas yang menyedihkan: setiap tahun terdapat 1,4 juta kematian anak balita akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi. Mitos-mitos yang menyesatkan telah merampas hak jutaan anak untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Aspek Hukum dan Hak Asasi

Secara legal, imunisasi adalah bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM). Deklarasi Umum HAM Pasal 25 dan Pasal 28H UUD 1945 secara tegas menjamin hak setiap individu untuk mendapatkan standar hidup sehat dan pelayanan medis.

Lebih spesifik lagi, UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak mewajibkan negara dan orang tua untuk menjamin hak anak dalam memperoleh jaminan kesehatan serta perlindungan dari penyakit yang dapat mengancam martabat kemanusiaan mereka.

Bahaya Campak dan Rubella

Baca Juga: Melindungi Anak, Melindungi Masa Depan: Mengapa Imunisasi Tak Bisa Ditawar?

Campak bukan sekadar demam biasa, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi berat seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), diare parah, kebutaan, hingga kematian.

Sementara itu, Rubella mungkin tampak ringan pada anak, namun sangat berbahaya bagi ibu hamil karena dapat memicu keguguran atau kecacatan permanen pada bayi baru lahir.

Gejala campak ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, serta bintik merah pada kulit. Sementara Rubella memiliki gejala yang lebih samar seperti flu ringan dan nyeri sendi.

Karena tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan kedua penyakit ini, pencegahan melalui vaksin MR menjadi satu-satunya perlindungan terbaik.

Vaksin MR: Aman, Halal, dan Gratis

Vaksin MR (Measles-Rubella) merupakan kombinasi perlindungan terhadap dua penyakit sekaligus. Vaksin ini telah mengantongi izin BPOM dan rekomendasi WHO, serta telah digunakan secara aman di 141 negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI