Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan

Minggu, 08 Maret 2026 | 09:19 WIB
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Siti Nadia Tarmizi. [Suara.com/Dini Afrianti]
Baca 10 detik
  • Kemenkes menyarankan Ramadan dimanfaatkan untuk melatih pengurangan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL).
  • Latihan pengurangan konsumsi GGL, seperti gula dalam teh, dapat membentuk kebiasaan baru dalam satu bulan.
  • Kemenkes menyoroti kenaikan obesitas nasional akibat kalori berlebih beberapa tahun terakhir.

Suara.com - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Siti Nadia Tarmizi menyarankan bulan Ramadan dimanfaatkan untuk melatih menurunkan kebiasan konsumsi gula, garam, lemak alias GGL.

Ia mencontohkan penurunkan konsumsi gula bisa dilatih dengan takaran saat minum teh saat buka puasa selama sebulan penuh.

"Kalau biasanya kita minum teh sebelum Ramadan itu satu sendok teh gula, selama bulan Ramadan, kan katanya kalau bulan ramadan berbuka dengan yang manis-manis. Bisa nggak kita sekarang minum tehnya seperempat aja gula pasirnya sebulan." ujar dr. Nadia dalam acara peringatan Hari Obesitas Sedunia di Jakarta pada 4 Maret 2026 lalu.

Menurut dr. Nadia jika latihan ini dilakukan secara rutin selama bulan Ramadan, maka akan membentuk satu kebiasaan baru di akhir bulan. Apalagi ada teori yang mengatakan jika kebiasaan baru bisa dibentuk dalam waktu 21 hari atau 3 minggu.

"Pasti nanti di ujung-ujung ramadan, kalau gulanya dikasih satu sendok teh penuh pasti kemanisan," lanjut dr. Nadia.

Tidak hanya gula, dr. Nadia juga menyarankan latihan pengurangan ini juga berlaku terhadap garam dan lemak. Cara ini juga menurutnya bisa bantu turunkan prevalensi obesitas nasional yang terus alami peningkatan.

Data Kemenkes menyebutkan angka obesitas naik dari dari 21,8 persen pada tahun 2018 menjadi 23,4 persen pada tahun 2023. Sedangkan obesitas adalah kondisi yang disebabkan konsumsi kalori yang berlebihan dalam jangka panjang.

Adapun makanan dan minuman tinggi kalori ini cenderung mengandung garam, gula, dan lemak yang berlebihan.

"Mumpung lagi puasa kita pakai kesempatan ini, karena kalau hari-hari biasa kan sulit," papar dr. Nadia saat lakukan kampanye dukatif #BatasiGGL bersama Nutrifood.

Baca Juga: Waktu Adalah Mata Uang Ramadan: Jangan Habiskan Hanya Untuk Menunggu Magrib!

Di sisi lain dr. Nadia tidak menampik kalau saat ini sebagian besar asupan kalori harian masyarakat masih berasal dari pangan olahan dan siap saji. Inilah pentingnya saat memilih pangan olahan untuk membaca informasi gizi pada kemasan.

"Di tengah gaya hidup modern, konsumsi pangan olahan tidak dapat dihindari. Namun, masyarakat perlu mampu mengenali informasi nilai gizi dan komposisi pada kemasan, sehingga pangan olahan yang dikonsumsi justru dapat membantu mengurangi risiko obesitas," jelasnya.

Sementara itu Head of Strategic Marketing Nutrifood, Susana selaku pihak produsen juga mengingatkan masyarakat untuk tahu cara membaca informasi gizi pada kemasan. Dari mulai takaran saji, bahan allergen, hingga bahan tambahan pangan seperti mikronutrien yang terkandung di dalamnya.

"Jadi kalau di informasi gizi di kemasan ada tulisannya 3 kali takaran saji, berarti kandungan seperti garam, gula, lemak, vitamin, hingga protein yang terkandung harus dikalikan 3 kali. Lalu cek lagi apakah sesuai dengan kebutuhan harian kita, atau malah sudah berlebihan," kata Susan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI