Mendadak Cemas saat Mendengar Sirine Mobil Ambulans? Awas Fonofobia

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Selasa, 08 Juni 2021 | 13:00 WIB
Mendadak Cemas saat Mendengar Sirine Mobil Ambulans? Awas Fonofobia
Ilustrasi sirine mobil ambulans. (Pixabay)

Suara.com - Suara keras yang muncul secara tiba-tiba, bisa menjadi hal yang tidak menyenangkan bagi siapa saja. Contohnya seperti alarm mobil yang tak henti-hentinya, atau sirine mobil ambulans yang memekik.

Jika hal tersebut menimbulkan rasa panik dan cemas, mungkin Anda mengalami apa yang disebut dengan fonofobia.

Orang dengan kondisi kesehatan mental ini merasakan stres dan kecemasan yang mendalam ketika mereka mengantisipasi suara keras. Mereka juga memiliki reaksi ekstrem terhadap suara keras.

Dilansir dari Healthline, fonofobia dapat terjadi pada usia berapa pun. Seperti semua fobia spesifik, penyebab pastinya tidak sepenuhnya dipahami.

Bisa jadi fonofobia disebabkan oleh faktor genetik. Orang dengan riwayat keluarga yang termasuk gangguan kecemasan mungkin lebih rentan terhadap kondisi ini.

Fonofobia juga dapat disebabkan oleh faktor eksternal, seperti riwayat trauma masa kanak-kanak jangka panjang, atau insiden traumatis tunggal.

Ilustrasi sirine mobil ambulans. (Pixabay)
Ilustrasi sirine mobil ambulans. (Pixabay)

Pada anak autis dan beberapa anak lain, peristiwa traumatis mungkin tampak ekstrem, tetapi sebenarnya tidak demikian. Misalnya, tiba-tiba mendengar semua orang dengan keras meneriakkan kejutan di pesta ulang tahun.

Seseorang dengan fonofobia mungkin mengalami gejala-gejala ini saat mendengar suara keras, baik saat terjadi atau setelahnya, yaitu:

  • Gelisah
  • Takut
  • Berkeringat
  • Sesak napas
  • Jantung berdebar atau peningkatan detak jantung
  • Nyeri dada
  • Pusing
  • Mual
  • Pingsan

Gejala fonofobia dapat membuat seseorang sulit menikmati kehidupan sehari-hari. Jika ketakutan akan suara keras terasa sangat mengganggu Anda, ada baiknya untuk menemui tenaga profesional seperti dokter, psikolog atau psikiater untuk membantu.

Dokter akan mendiagnosis kondisi dengan mengajukan pertanyaan tentang gejala dan pemicu kecemasan Anda. Riwayat medis, sosial, dan psikologis pun akan dibahas.

Perawatan terapeutik bisa sangat efektif untuk menghilangkan atau mengurangi reaksi fonofobia. Contohnya seperti terapi paparan dan terapi perilaku kognitif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selama Pandemi, Tingkat Masalah Mental Ibu Melahirkan Meningkat Drastis

Selama Pandemi, Tingkat Masalah Mental Ibu Melahirkan Meningkat Drastis

Health | Senin, 07 Juni 2021 | 19:03 WIB

Covid-19 Memberi Dampak Buruk pada Kesehatan Mental Remaja, Terutama Perempuan

Covid-19 Memberi Dampak Buruk pada Kesehatan Mental Remaja, Terutama Perempuan

Health | Senin, 07 Juni 2021 | 15:24 WIB

Studi: Masalah Kesehatan Mental Remaja Meningkat akibat Pandemi

Studi: Masalah Kesehatan Mental Remaja Meningkat akibat Pandemi

Health | Senin, 07 Juni 2021 | 15:29 WIB

Terkini

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB