Studi: Vegetarian dan Pescatarian Lebih Kecil Risikonya Kena Covid-19 Parah

Rabu, 09 Juni 2021 | 16:00 WIB
Studi: Vegetarian dan Pescatarian Lebih Kecil Risikonya Kena Covid-19 Parah
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Bagi Anda penikmat buah dan sayur, maka Anda berisiko lebih kecil mengalami Covid-19 parah daripada para pemakan daging. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang diterbitkan pada The BMJ Nutrition, Prevention and Health.

Melansir dari Independent, penelitian ini memeriksa data dari petugas kesehatan di enam negara termasuk Inggris. Penelitian ini menunjukkan bahwa vegetarian 73 persen lebih kecil kemungkinannya terkena virus corona, sementara pescatarian (tidak mengonsumsi daging tapi makan makanan laut) memiliki kemungkinan 59 persen lebih kecil terinfeksi Covid-19 parah daripada mereka yang makan daging merah dan putih.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan rendah karbohidrat dan tinggi protein tampaknya terkait dengan peningkatan kemungkinan tertular penyakit sedang hingga berat.

Studi ini terdiri dari kuesioner berbasis web yang berusaha mengeksplorasi hubungan antara penyakit pernapasan dan pola makan. Studi diambil dari 2.300 peserta yang terinfeksi virus corona dan 568 yang memiliki.

Di antara mereka yang tertular Covid-19, 138 melaporkan gejala sedang hingga berat, sementara 430 mengatakan mereka hanya menderita penyakit ringan atau sangat ringan.

Di antara 568 responden yang melaporkan bahwa mereka sebelumnya pernah sakit, hanya 41 yang mengatakan mereka mengikuti pola makan nabati sementara hanya 46 yang jatuh sakit setelah menjalani pola makan nabati atau pescatarian.

Ilustrasi Makan Sayur. (Shutterstock)
Ilustrasi Makan Sayur. (Shutterstock)


"Di enam negara, pola makan nabati atau pola makan pescatarian dikaitkan dengan kemungkinan yang lebih rendah dari Covid-19 sedang hingga berat," catat para peneliti. 

"Pola makan ini dapat dipertimbangkan untuk perlindungan terhadap Covid-19 yang parah, pola makan nabati atau pescatarian adalah pola makan sehat, yang dapat dipertimbangkan untuk perlindungan terhadap Covid-19 yang parah," imbuh mereka. 

Gunter Kuhnle, profesor nutrisi dan ilmu makanan di University of Reading, mengatakan bahwa sejak awal pandemi, ada banyak spekulasi tentang dampak pola makan terhadap risiko penyakit.

Baca Juga: Praktisi Kesehatan Sarankan Lampung Bentuk Sentra Vaksinasi Covid-19

"Studi ini mencoba menjawab pertanyaan ini, tetapi ada sejumlah batasan yang perlu dipertimbangkan. Studi ini sepenuhnya mengandalkan pelaporan diri, dan banyak data menunjukkan bahwa asupan makanan yang dilaporkan sendiri tidak dapat diandalkan," ujar Kuhnle. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI