Rencana Sekolah Tatap Muka Juli 2021, Ketua Satgas IDI: Belum Tentu Cocok di Semua Daerah

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 09 Juni 2021 | 17:22 WIB
Rencana Sekolah Tatap Muka Juli 2021, Ketua Satgas IDI: Belum Tentu Cocok di Semua Daerah
Siswa SD di Bone Bolango gembira bisa masuk sekolah / [gopos.id]

Suara.com - Nampaknya pemerintah sangat serius untuk memulai kembali sekolah tatap muka di masa pandemi Covid-19. Hal ini diperkuat dengan keluarnya instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pembukaan sekolah pada Juli 2021 mendatang.

Menanggapi ini, Ketua Satuan Tugas Ikatan Dokter Indonesia ((Satgas IDI) Prof. Zubairi Djoerban memandang sikap Jokowi dianggap sebagai jalan tengah polemik dibuka atau tidaknya sekolah.

Hal ini tercermin dari aturan pembatasan jam belajar dan jumlah siswa di dalam kelas, hingga kepastian para guru sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19.

"Itu (aturan pembukaan sekolah) cukup bagus," ujar Prof. Zubairi melalui cuitannya di Twitter, Rabu (9/6/2021).

Meski begitu, Profesor Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu tidak menampik jika masyarakat diperbolehkan tetap skeptis atau ragu. Dan keputusan tetap mengikuti atau tidaknya pembukaan sekolah harus berdasarkan data.

"Pasalnya, satu kebijakan ini belum tentu cocok untuk semua daerah. Apalagi daerah berstatus zona merah dan yang bed occupancy rate (BOR) tinggi," ungkap Prof. Zubairi.

Sehingga ia meminta pemerintah daerah mempertimbangkan kembali untuk membuka sekolah yang berzona merah. Sedangkan zona hijau dan kuning, dinilai Prof. Zubairi sudah bisa sekolah kembali dibuka.

Tapi ia mengkhawatirkan dan merasa berat lantaran positivity rate atau angka pertambahan kasus nasional masih sangat tinggi, yaitu di atas 10 persen.

"Semoga saja tiap daerah bisa memastikan semua gurunya telah divaksinasi. Kalau perlu, tak hanya guru. Tapi semua staf di sekolah tersebut," tuturnya.

baca juga

Dokter yang berpraktik di RS Kramat 128 Jakarta Pusat itu mengingatkan bahwa tugas orang dewasa adalah melindungi anak-anak, dan ini berlaku untuk semua pihak termasuk orangtua, organisasi, pengusaha hingga pemerintah.

"Makanya monitor dan evaluasi itu harus berjalan terus. Jangan baru dibuka, kemudian ditutup lagi karena banyak guru dan murid yang terinfeksi Covid-19," ungkapnya.

Ia sangat berharap pembukaan pembelajaran tatap muka tidak menciptakan klaster baru seperti sekolah di Pekalongan yang jadi klaster penularan Covid-19.

"Maka itu, saya hanya bisa berpesan. Tolong perketat monitoring dan konsisten dalam menjalankan protokol," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekolah Tatap Muka di Lampung Bisa Ditunda, Jika Ini yang Terjadi

Sekolah Tatap Muka di Lampung Bisa Ditunda, Jika Ini yang Terjadi

Lampung | Rabu, 09 Juni 2021 | 15:13 WIB

IDI Makassar Tetap Tidak Setuju Sekolah Tatap Muka Digelar

IDI Makassar Tetap Tidak Setuju Sekolah Tatap Muka Digelar

Sulsel | Rabu, 09 Juni 2021 | 12:28 WIB

Sekolah Tatap Muka Mulai Bulan Depan, Ini Nasihat dari Pakar Epidemiologi

Sekolah Tatap Muka Mulai Bulan Depan, Ini Nasihat dari Pakar Epidemiologi

Health | Rabu, 09 Juni 2021 | 07:25 WIB

Terkini

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

×