Bagi Pasien Autoimun, Amankah Disuntik Vaksin Covid-19? Simak Studi Berikut

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Kamis, 10 Juni 2021 | 19:00 WIB
Bagi Pasien Autoimun, Amankah Disuntik Vaksin Covid-19? Simak Studi Berikut
Ilustrasi Vaksin Gotong Royong. (Dok: Mayora Group)

Suara.com - Bagi orang dengan kondisi autoimun mungkin bertanya-tanya bagaimana vaksin Covid-19 bekerja pada mereka. Apalagi bagi mereka yang menginsumsi obat-obatan. 

Penyakit autoimun bisa meliputi rheumatoid arthritis (RA), arthritis psoriatik, spondylitis aksial, lupus, dan vaskulitis. 

Melansir dari Everyday Health, para peneliti di Israel menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 mungkin aman dan efektif untuk orang dengan Rheumatoid arthritis (RA). Penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal Annals of the Rheumatic Diseases. 

Penelitian menguji hampir 700 orang dengan penyakit RA dan arthritis psoriatik serta mereka yang menggunakan obat-obatan untuk mengendalikan penyakit mereka. Mereka diberikan vaksin Pfizer-BioNTech dalam dua kali suntikan.

Peneliti kemudian membandingkan temuan mereka dengan 121 kelompok kontrol sehat yang juga mendapat suntikan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang dengan kondisi ini sekitar 86 persen memiliki respons imun yang kuat usai vaksinasi.  Meskipun persentase ini tidak mencapai 100 persen seperti yang terlihat pada kelompok kontrol, namun vaksin masih bekerja dengan baik. 

Efek samping dari vaksin ringan dan mirip dengan yang terlihat pada populasi umum. Kabar lebih baiknya, orang dengan penyakit ini tidak mengalami lonjakan penyakit akibat vaksinasi. 

“Ini adalah penelitian yang meyakinkan dalam kelompok subjek yang cukup besar yang mendukung kemanjuran vaksinasi terhadap Covid-19 pada penyakit rematik autoimun,” kata Richard Bucala, MD, PhD, kepala reumatologi, asma, dan imunologi di Yale School of Medicine di New Haven, Connecticut.

Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Perlu dicatat bahwa beberapa pengobatan bisa menumpulkan respons vaksin. Orang yang memakai terapi anti-TNF dan penghambat interleukin-17 serta interleukin-6 ditemukan memiliki respons imun terkuat, lebih dari 97 persen.

baca juga

Sementara mereka yang menderita RA memiliki respons imun yang sedikit lebih rendah, 82 persen. Tingkat terendah, di bawah 40 persen,ditemukan pada orang dengan miositis dan vaskulitis.

Yang paling bermasalah adalah orang-orang yang menggunakan antibodi monoklonal Rituxan (rituximab). Obat tersebut secara signifikan merusak imunogenisitas vaksinasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, Vaksin AstraZeneca Bisa Munculkan Bintik Keunguan di Kulit?

Waduh, Vaksin AstraZeneca Bisa Munculkan Bintik Keunguan di Kulit?

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 15:04 WIB

Vaksin Covid-19, Mungkinkah Vaksin Nasal Lebih Efektif dari Vaksin Suntikan?

Vaksin Covid-19, Mungkinkah Vaksin Nasal Lebih Efektif dari Vaksin Suntikan?

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 14:31 WIB

Acaman Virus Corona Covid-19 Selalu Baru, WHO Sebut Vaksin Tidak Cukup!

Acaman Virus Corona Covid-19 Selalu Baru, WHO Sebut Vaksin Tidak Cukup!

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 15:00 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB