alexametrics

Bagi Pasien Autoimun, Amankah Disuntik Vaksin Covid-19? Simak Studi Berikut

Cesar Uji Tawakal | Fita Nofiana
Bagi Pasien Autoimun, Amankah Disuntik Vaksin Covid-19? Simak Studi Berikut
Ilustrasi Vaksin Gotong Royong. (Dok: Mayora Group)

Penelitian di Israel menunjukkan keamanan dan efektivitas vaksin Covid-19 pada pasien autoimun.

Suara.com - Bagi orang dengan kondisi autoimun mungkin bertanya-tanya bagaimana vaksin Covid-19 bekerja pada mereka. Apalagi bagi mereka yang menginsumsi obat-obatan. 

Penyakit autoimun bisa meliputi rheumatoid arthritis (RA), arthritis psoriatik, spondylitis aksial, lupus, dan vaskulitis. 

Melansir dari Everyday Health, para peneliti di Israel menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 mungkin aman dan efektif untuk orang dengan Rheumatoid arthritis (RA). Penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal Annals of the Rheumatic Diseases. 

Penelitian menguji hampir 700 orang dengan penyakit RA dan arthritis psoriatik serta mereka yang menggunakan obat-obatan untuk mengendalikan penyakit mereka. Mereka diberikan vaksin Pfizer-BioNTech dalam dua kali suntikan.

Baca Juga: Kabar Baik, Satgas COVID-19 Pastikan Masyarakat Usia di Atas 18 Tahun Boleh Divaksinasi

Peneliti kemudian membandingkan temuan mereka dengan 121 kelompok kontrol sehat yang juga mendapat suntikan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang dengan kondisi ini sekitar 86 persen memiliki respons imun yang kuat usai vaksinasi.  Meskipun persentase ini tidak mencapai 100 persen seperti yang terlihat pada kelompok kontrol, namun vaksin masih bekerja dengan baik. 

Efek samping dari vaksin ringan dan mirip dengan yang terlihat pada populasi umum. Kabar lebih baiknya, orang dengan penyakit ini tidak mengalami lonjakan penyakit akibat vaksinasi. 

“Ini adalah penelitian yang meyakinkan dalam kelompok subjek yang cukup besar yang mendukung kemanjuran vaksinasi terhadap Covid-19 pada penyakit rematik autoimun,” kata Richard Bucala, MD, PhD, kepala reumatologi, asma, dan imunologi di Yale School of Medicine di New Haven, Connecticut.

Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Perlu dicatat bahwa beberapa pengobatan bisa menumpulkan respons vaksin. Orang yang memakai terapi anti-TNF dan penghambat interleukin-17 serta interleukin-6 ditemukan memiliki respons imun terkuat, lebih dari 97 persen.

Baca Juga: Tingkatkan Kekebalan dan Efektivitas Vaksin, Yuk Banyak Berolahraga

Sementara mereka yang menderita RA memiliki respons imun yang sedikit lebih rendah, 82 persen. Tingkat terendah, di bawah 40 persen,ditemukan pada orang dengan miositis dan vaskulitis.

Yang paling bermasalah adalah orang-orang yang menggunakan antibodi monoklonal Rituxan (rituximab). Obat tersebut secara signifikan merusak imunogenisitas vaksinasi.

Komentar