alexametrics

Jangan Diabaikan, 5 Kondisi Ini Pertanda Sistem Kekebalan Tubuh Lemah

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Jangan Diabaikan, 5 Kondisi Ini Pertanda Sistem Kekebalan Tubuh Lemah
Ilustrasi sakit, sistem kekebalan tubuh lemah (pexels)

Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi pertanda sistem kekebalan tubuh melemah.

Suara.com - Sistem kekebalan berfungsi melindungi tubuh dari serangan virus, bakteri, jamur atau protozoa. Sistem kekebalan ini akan melindungi tubuh dari patogen mematikan yang bisa menyerang tubuh.

Terkadang, virus bisa menghindari tubuh karena sistem kekebalan berhasil mengenali dan menetralkan patogen berbahaya. Jika Anda termasuk orang yang sering jatuh sakit atau merasa lelah, kondisi ini mungkin disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Berikut ini dilansir dari Times of India, kondisi yang menandakan sistem kekebalan tubuh lemah.

Ilustrasi gangguan pencernaan (Pexels/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi gangguan pencernaan (Pexels/Andrea Piacquadio)

1. Gangguan pencernaan

Baca Juga: CDC Maine Laporkan 8 Orang Kena Virus Corona Usai Suntik Vaksin Covid-19

Hampir 70 persen sistem kekebalan berpusat di bagian usus. Bakteri usus bertugas melawan patogen dan meningkatkan kesehatan dengan memperkuat kekebalan tubuh.

Bakteri usus ini merangsang pertumbuhan sel T yang bertanggung jawab untuk membedakan sel dan jaringan diri dan non-diri. Jumlah bakteri simbiosis yang lebih rendah ini dapat meningkatkan risiko infeksi virus, peradangan kronis, dan gangguan autoimun. Karena itu Anda mungkin sering menderita diare, gas atau sembelit sebagai gejala gangguan pencernaan.

2. Penyembuhan luka yang lebih lambat

Penyembuhan luka yang lebih lambat adalah respons imun yang membuat luka meradang untuk mencegah infeksi, akhirnya memungkinkan sel-sel baru terbentuk di atas luka dan pembentukan jaringan parut untuk menyembuhkan luka.

Tapi, jika kekebalan tubuh Anda tidak cukup kuat, kondisi ini akan membatasi regenerasi sel-sel baru sehingga membuat luka sulit disembuhkan.

Baca Juga: Mengenal Varian Virus Corona Triple Mutant, Seberapa Bahayakah?

3. Kelelahan

Kelelahan akut atau kelelahan yang sulit dijelaskan meskipun sudah cukup tidur mengarah pada sesuatu yang akut. Karena sistem kekebalan berbanding lurus dengan tingkat energi, hal ini menyiratkan bahwa tubuh berusaha menghemat energi untuk mengisi sistem kekebalan selama pertempuran dengan patogen.

4. Tubuh sering terasa dingin

Menurut penelitian, orang dewasa rata-rata mengalami sekitar 2 hingga 3 kasus flu setiap tahunnya. Tetapi, bila Anda adalah seseorang yang sering menderita flu, itu dengan jelas mengisyaratkan sistem kekebalan yang lemah.

Kondisi ini mungkin dipengaruhi oleh masalah gaya hidup dan kebersihan Anda. Jika Anda seorang perokok berat, sadarlah bahwa merokok mempengaruhi sel-sel sistem kekebalan secara langsung dan menyebabkan kerusakan pada rambut-rambut kecil di saluran pernapasan yang membantu membersihkan lendir serta kotoran yang membawa kuman.

Kedua, ketika tidak menjaga kebersihan, Anda akan menciptakan lingkungan yang memungkinkan infeksi berulang, seperti pilek.

5. Kecemasan dan stres

Saat Anda stres, tubuh akan melepaskan kortikosteroid yang menekan efektivitas sistem kekebalan tubuh dengan menurunkan jumlah limfosit dalam tubuh kita. Sedangkan, stres dan cemas dapat memicu seseorang melakukan kebiasaan tidak sehat, seperti merokok dan minum alkohol.

Komentar