Peneliti China Temukan Virus Corona Baru Mirip Covid-19 pada Kelelawar

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Jum'at, 11 Juni 2021 | 19:05 WIB
Peneliti China Temukan Virus Corona Baru Mirip Covid-19 pada Kelelawar
Ilustrasi kelelawar. [Kelelawar].

Suara.com - Peneliti China menemukan sekumpulan virus corona jenis baru pada kelelawar, salah satunya kemungkinan memiliki kesamaan secara genetik dengan virus Corona SARS Cov-2 penyebab infeksi Covid-19.

Menurut para peneliti, penemuan mereka di satu wilayah kecil di provinsi Yunnan, China barat daya menunjukkan berapa banyak virus corona yang ada pada kelelawar dan yang berpotensi menyebar ke manusia.

Weifeng Shi dari Universitas Shandong dan rekannya mengumpulkan sampel dari kelelawar kecil yang tinggal di hutan antara Mei 2019 hingga November 2020. Mereka menguji urin dan feses serta mengambil swab dari mulut kelelawar.

"Secara total, kami mengumpulkan 24 genom virus corona baru dari spesies kelelawar yang berbeda, termasuk empat virus corona seperti SARS CoV-2," tulis para peneliti dalam laporan yang diterbitkan dalam jurnal Cell.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Salah satunya sangat mirip, secara genetik dengan virus SARS CoV-2 yang menyebabkan pandemi saat ini, kata mereka. Sampel virus itu disebut RpYN06 diambil dari spesies kelelawar tapal kuda yang disebut Rhinolophus pusillus.

Perbedaan genetik RpYN06 dengan SARS Cov-2 hanya pada protein lonjakan juga struktur seperti tombol yang digunakan virus saat menempel pada sel.

“Bersama dengan virus terkait SARS CoV-2 yang dikumpulkan dari Thailand pada Juni 2020, hasil ini dengan jelas menunjukkan bahwa virus yang terkait erat dengan SARS CoV-2 terus bersirkulasi dalam populasi kelelawar, dan di beberapa wilayah mungkin terjadi pada frekuensi yang relatif tinggi," tulis para peniti dalam jurnalnya, dikutip dari CNN.

Para peneliti sedang mencoba untuk menemukan dari mana SARS CoV-2 berasal. Meskipun kelelawar adalah sumber yang mungkin, ada kemungkinan virus tersebut menginfeksi hewan perantara. 

Sebab dari peristiwa sebelumnya, virus SARS yang menyebabkan wabah pada 2002-2004 dilacak ke hewan yang disebut kucing luwak.

baca juga

"Kelelawar dikenal sebagai inang reservoir untuk berbagai virus yang menyebabkan penyakit parah pada manusia dan telah dikaitkan dengan limpahan virus Hendra, virus Marburg, virus Ebola dan, virus corona. 

"Selain kelelawar dan manusia, virus corona dapat menginfeksi berbagai macam hewan peliharaan dan liar, termasuk babi, sapi, tikus, kucing, anjing, ayam, rusa, dan landak," tulis mereka.

Sebagian besar sampel berasal dari spesies kelelawar tapal kuda. Pada tahun 2017, para peneliti yang mengambil sampel sebuah gua di Yunnan menemukan virus yang sangat mirip secara genetik dengan virus SARS pada kelelawar tapal kuda.

Tiga dari sampel yang dijelaskan dalam terbaru ini juga dekat dengan SARS secara genetik.

"Studi kami menyoroti keragaman yang luar biasa dari virus corona kelelawar pada skala lokal, termasuk kerabat dekat dari SARS CoV-2 dan SARS-CoV," tulis mereka.

Spesies kelelawar yang mereka sampel umum ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Cina barat daya, Vietnam, Laos, dan tempat lain.

Meskipun ada beberapa kontroversi tentang asal mula pandemi virus corona, laporan Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan sumber yang paling mungkin adalah kelelawar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri Lur! Kasus Covid-19 Meledak di Klaten, Sehari 144 Orang Terpapar Covid-19

Ngeri Lur! Kasus Covid-19 Meledak di Klaten, Sehari 144 Orang Terpapar Covid-19

Surakarta | Jum'at, 11 Juni 2021 | 18:33 WIB

Harus Pakai Resep Dokter, Satgas Covid-19 Minta Pemda Awasi Peredaran Obat Ivermectin

Harus Pakai Resep Dokter, Satgas Covid-19 Minta Pemda Awasi Peredaran Obat Ivermectin

News | Jum'at, 11 Juni 2021 | 18:29 WIB

Obat Ivermectin Disebut Ampuh Obati Covid-19, Ini Respon Satgas IDI

Obat Ivermectin Disebut Ampuh Obati Covid-19, Ini Respon Satgas IDI

Health | Jum'at, 11 Juni 2021 | 18:25 WIB

Terkini

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

×