Connecticut Laporkan 2 Kasus Virus Powassan, Apa Itu?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 17 Juni 2021 | 17:09 WIB
Connecticut Laporkan 2 Kasus Virus Powassan, Apa Itu?
Ilustrasi kutu penyebab virus powassan [Shutterstock]

Suara.com - Pejabat kesehatan di Connecticut mengumumkan dua kasus pertama virus Powassan di negara bagian yang terdeteksi pada tahun 2021.

Kasus virus Powassan itu berasal dari gigitan kutu yang terinfeksi. Dua kasus itu melibatkan pasien antara usia 50-79 tahun yang jatuh sakit selama Minggu ketiga April 2021 serta membutuhkan rawat inap.

Kedua pasien yang menderita virus Powassan itu satu orang dari Fairfield County dan satu orang dari New Haven County. Keduanya dirawat karena penyakit sistem saraf pisat dan sejak itu telah dipulangkan serta dalam masa pemulihan.

Sebelumnya, Connecticut melaporkan hanya 2 kasus tahun 2020 lalu dan 10 kasus total antara 2016-2020, yang amna dua diantara kasus virus Powassan itu berakibat fatal.

"Identifikasi dua penduduk Connecticut dengan penyakit terkait virus Powassan menekankan perlunya mengambil tindakan untuk mencegah gigitan kutu tersebut. Apalagi kutu paling aktif sampai akhir musim gugur," kata Deidre S. Gifford, MD., MPH, departemen bagian komisaris kesehatan masyarakat dikutip dari Fox News.

Ilustrasi kutu penyebab virus powassan. (Shutterstock)
Ilustrasi kutu penyebab virus powassan. (Shutterstock)

Tindakan pencegahan ini bisa berupa penggunaan obat nyamuk, menghindari area yang disukai kutu dan memeriksa kutu dengan hati-hati setelah berada di luar bisa mengurangi risiko Anda dan anak-anak terinfeksi virus Powassan.

Virus powassan menyebar ke orang-orang melalui gigitan kutu berkaki hitam atau 'rusa' yang terinfeksi. Bahkan infeksi virus ini bisa memakan waktu mulai dari 1 minggu hingga 1 bulan setelahnya untuk mulai mempengaruhi sistem saraf pusat.

Menurut Departemen Kesehatan Masyarakat Connecticut, sekitar satu dari 10 kasus penyakit parah berakibat fatal dan sekitar setengah kasus mengalami masalah kesehatan jangka panjang.

Kasus infeksi virus Powassan yang parah mungkin menunjukkan gejala awal berupa demam, muntah, sakit kepala dan kelemahan sebelum berkembang menjadi kebingungan, kehilangan koordinasi, kesulitan berbicara atau kejang.

baca juga

Saat ini, tak ada pengobatan khusus virus Powassan tetapi terapi suportif biasanya disarankan untuk mereka yang menderita penyakit parah.

Meskipun virus ini jarang terjadi, jumlah kasus yang dilaporkan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan sebagian besar kasus terjadi di wilayah timur laut dan Great Lakes AS selama akhir musim semi dan pertengahan musim gugur.

Tetapi, tindakan pencegahan terbaik adalah menghindari gigitan kutu karena belum adanya vaksin dan semua orang bisa tertular virus Powassan tersebut.

Tindakan pencegahan ini termasuk menghindari area yang disukai kutu penyebab virus Powassan, seperti daerah yang berumput, bersemak atau berkayu dan membersihkan pakaian serta perlengkapan sebelum berangkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus COVID-19 Varian Delta Serang 6 Warga Tangerang Selatan

Virus COVID-19 Varian Delta Serang 6 Warga Tangerang Selatan

Jakarta | Kamis, 17 Juni 2021 | 16:06 WIB

Tak Cukup Cuma Vaksin, Ini Cara Agar Tetap Bisa Terhindari dari Covid-19

Tak Cukup Cuma Vaksin, Ini Cara Agar Tetap Bisa Terhindari dari Covid-19

Health | Kamis, 17 Juni 2021 | 16:15 WIB

Kasus Virus Corona Mulai Menurun, Negara Ini Longgarkan Aturan Wajib Masker

Kasus Virus Corona Mulai Menurun, Negara Ini Longgarkan Aturan Wajib Masker

Health | Kamis, 17 Juni 2021 | 16:10 WIB

Terkini

Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan

Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan

Kaltim | Selasa, 03 November 2026 | 07:44 WIB

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:41 WIB

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 07:30 WIB

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Bali | Selasa, 03 November 2026 | 07:22 WIB

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 07:20 WIB

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:19 WIB

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 07:15 WIB

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:05 WIB

×