Antivaksin Disebut Bikin Kacau, IDAI Desak Pemerintah Tarik Rem Darurat!

Risna Halidi

Jum'at, 18 Juni 2021 | 12:06 WIB
Antivaksin Disebut Bikin Kacau, IDAI Desak Pemerintah Tarik Rem Darurat!
Tenaga kesehatan membawa jenazah pasien COVID-19 menuju mobil ambulans di RSUD Provinsi Jawa Barat Al Ihsan, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (17/6/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Suara.com - Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, Profesor Aman Pulungan menyoroti masih adanya kelompok antivaksin dan penggemar konspirasi teori terkait isu pandemi COVID-19.

Kata Profesor Aman, meski jumlahnya sedikit, namun kelompok antivaksin aktif menyebarkan pahamnnya di grup-grup WhatsApp dan media sosial.

"Walaupun kecil jumlahnya (kelompok) antivaksin dan konspirasi ini ada. Ini buat kacau. Jadi walau jumlah mereka sedikit, mereka menyebar di WA grup di media sosial," kata Profesor Aman dalam konferensi pers lima organisasi profesi dokter, Jumat (18/9/2021).

Ia juga meminta agar masyarakat tidak merundung atau mem-bully vaksin buatan Inggris yaitu AstraZeneca. Kata Profesor Aman, vaksin tersebut diklaim mampu memberikan perlindungan dari varian baru virus corona termasuk varian Delta yang kini tengah menjadi perbincangan dunia.

"AstraZeneca jangan di-bully, jangan khawatir dengan vaksin AstraZeneca . Ada data baru AstraZeneca ini efikasi terhadap varian Delta bagus di atas 90 persen," tambahnya.

Sementara itu, kasus COVID-19 di Indonesia terus meningkat tajam. Pada pertengahan Mei lalu, angka rerata penambahan kasus harian di Indonesia mencapai dua ribu kasus.

Namun angka infeksi harian terus naik. Hingga pada 17 Juni kemarin, angka penambahan kasus mencapai 12.624 kasus atau naik 500 persen dari Mei bulan lalu.

Jika pemerintah tidak melakukan sesuatu dalam waktu dekat, kata Profesor Aman, ia dan rekan-rekan seprofesi memprediksi kasus COVID-19 di Indonesia akan berlangsung selama tiga sampai lima tahun.

Ini, menurut hemat ia dan teman-temannya, terjadi karena aturan PPKM atau Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang makin longgar. Untuk itu melalui lima organisasu profesi dokter, pihaknya mendesak PPKM menyeluruh khususnya di Pulau Jawa.

"Kalau perlu tarik rem darurat sekarang di Pulau Jawa," katanya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

COVID-19 Menggila! Jokowi Didesak Terapkan PSBB se-Jawa, Bali Ikut?

COVID-19 Menggila! Jokowi Didesak Terapkan PSBB se-Jawa, Bali Ikut?

Bali | Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:52 WIB

PPKM Mikro Tak Ampuh Atasi Corona, 5 Organisasi Profesi Kedokteran Desak PSBB Ketat

PPKM Mikro Tak Ampuh Atasi Corona, 5 Organisasi Profesi Kedokteran Desak PSBB Ketat

News | Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:30 WIB

Kasus Covid-19 Melonjak, 5 Organisasi Profesi Dokter Desak PPKM Total

Kasus Covid-19 Melonjak, 5 Organisasi Profesi Dokter Desak PPKM Total

Health | Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:03 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB