Kasus Covid-19 Melonjak, Pembelajaran Tatap Muka di Zona Merah Ditunda

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 19 Juni 2021 | 16:39 WIB
Kasus Covid-19 Melonjak, Pembelajaran Tatap Muka di Zona Merah Ditunda
Ilustrasi sekolah tatap muka. (Pixabay)

Suara.com - Di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia, pemerintah memastikan akan menunda pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah di zona merah.

"Percobaan pembelajaran tatap muka di zona merah akan ditunda. Sampai kita yakin bahwa kota dan kabupaten kita kembali ke zona risiko rendah," ujar Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Kartikasari Broto Asmoro, dalam terangan pers kepada suara.com (19/6/2021).

Sehingga kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdibud Ristek) lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, untuk membuka serentak PTM terbatas di sekolah dipastikan ditunda apabila wilayah berzona merah.

Apalagi kasus Covid-19 harian pada Jumat, (18/6) tembus 12.990. Angka ini terus naik setelah sejak Kamis (17/6) Kamis tercatat 12.624 orang positif Covid-19 dalam sehari.

Ini merupakan penambahan kasus Covid-19 tertinggi sejak periode Januari hingga Februari yang lalu merupakan dampak Liburan Natal dan Tahun Baru 2021.

Penentangan pembukaan sekolah juga disampaikan berbagai pihak, termasuk dari para pakar kesehatan Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban, yang meminta pemerintah pertimgangan kembali terkait PTM Terbatas.

"Skeptis boleh saja. Tapi harus didasari data. Pasalnya satu kebijakan ini belum tentu cocok untuk semua daerah. Apalagi daerah berstatus zona merah dan yang bed occupancy rate (BOR) tinggi. Ada baiknya dipertimbangkan dengan baik untuk buka kembali sekolah-sekolahnya," tutur Prof. Zubairi melalui cuitannya beberapa waktu lalu.

Pendapat serupa juga diutarakan Koordinator Perhimpunaan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriawan Salim, jika pembukaan sekolah tidak perlu dilakukan serempak, dan harusnya dilakukan secara bertahap.

"Jadi Juli bukan serentak, mungkin ada daerah September baru bisa buka, Oktober baru bisa buka, atau Desember baru bisa buka," jelas Salim dalam acara diskusi virtual bersama suara.com beberapa waktu lalu.

baca juga

Sementara itu, Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudiristek) RI, Sri Wahyuningsih mengungkap data survei jika saat ini sudah ada 33 persen atau tepatnya 65.054 dari 196.639 responden sekolah yang menjalankan PTM Terbatas.

Responden sekolah adalah perwakilan data yang terlibat dalam survei Kemendikbudiristek, dan bukan jumlah data seluruh sekolah di Indonesia.

Sisanya masih ada 67 persen atau tepatnya 131.585 responden sekolah yang belum menjalankan PTM Terbatas di Indonesia, dari seluruh jenjang pendidikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Darurat Covid-19, Pemerintah Pusat Masih Nekat Dorong Sekolah Dibuka

Indonesia Darurat Covid-19, Pemerintah Pusat Masih Nekat Dorong Sekolah Dibuka

News | Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:50 WIB

Resmi! Muhammadiyah Minta Sekolah Ditutup karena COVID-19 Indonesia Memburuk

Resmi! Muhammadiyah Minta Sekolah Ditutup karena COVID-19 Indonesia Memburuk

Bekaci | Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:03 WIB

Tekan Angka Kasus Covid-19, Pemkab Bantul Larang Kegiatan Hajatan di Zona Merah dan Oranye

Tekan Angka Kasus Covid-19, Pemkab Bantul Larang Kegiatan Hajatan di Zona Merah dan Oranye

Jogja | Jum'at, 18 Juni 2021 | 18:20 WIB

Terkini

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

×