Masyarakat Indonesia Dinilai Lengah Protokol Kesehatan Saat Ada Varian Baru Virus Corona

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 19 Juni 2021 | 17:36 WIB
Masyarakat Indonesia Dinilai Lengah Protokol Kesehatan Saat Ada Varian Baru Virus Corona
Para pasien Covid-19 menunggu untuk dievakuasi ke RSDC Wisma Atlet di Puskesmas Lubang Buaya, Jakarta Timur, Jumat (18/6/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia, dinilai pemerintah akibat dari kendor dan lengahnya penerapan protokol kesehatan saat varian baru virus corona yang beredar di tanah air.

"Sebagian dari kita lengah menjalankan protokol kesehatan pada saat varian baru hadir menyebar ke seluruh dunia, sebagian justru tidak mengetatkan pertahanan," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Kartikasari Broto Asmoro, dalam keterangan persnya, Sabtu (19/6/2021).

Reisa menambahkan, lonjakan kasus ini mencerminkan apa yang terjadi sejak dua pekan sampai dengan satu bulan yang lalu, yaitu ketika kendor, lengah melepas masker, tidak menjaga kebersihan tangan dengan rutin, lalu berkerumun baik dengan teman atau kerabat, terlebih lagi di tempat umum dan ruang tertutup.

"Pastikan kita tetap memakai masker dengan benar, jaga jarak, jauhi kerumunan, dan kurangi mobilitas yang tidak mendesak, dan rajin-rajinlah cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan," imbuh Reisa.

Adapun varian virus corona yang sudah menyebar di tanah air yakni varian Delta (ditemukan di India), Alpha (ditemukan di Inggris ), dan Beta (ditemukan di Afrika Selatan.

Di antara 3 varian tersebut, varian Delta menjadi sorotan lantaran tidak hanya jadi varian yang paling banyak ditemukan di Indonesia, varian ini juga dikenal lebih cepat menular di antara varian lainnya, dan bisa menularkan ke 5 orang sekaligus.

Kudus, Jawa Tengah dan DKI Jakarta juga jadi sorotan karena mengalami lonjakan kasus yang sangat drastis, begitu juga angka kematian yang meningkat diduga akibat varian Delta. Alhasil peningkatan kasus ini mempengaruhi angka penularan (positivity rate) nasional.

Sedangka secara nasional, kasus positif Covid-19 harian pada Jumat (18/6), tembus 12.990. Angka ini terus naik setelah sejak Kamis (17/6) di mana tercatat 12.624 orang positif Covid-19 dalam sehari.

Sedangkan kematian di Indonesia sehari tembus 290, dari total 54.043 orang yang meninggal dunia akibat Covid-19.

baca juga

Ini merupakan penambahan kasus Covid-19 tertinggi sejak periode Januari hingga Februari yang lalu merupakan dampak Liburan Natal dan Tahun Baru 2021.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Epidemiolog: Kasus COVID-19 di Indonesia Telah Naik Sejak Sebelum Puasa

Epidemiolog: Kasus COVID-19 di Indonesia Telah Naik Sejak Sebelum Puasa

News | Sabtu, 19 Juni 2021 | 16:49 WIB

Kasus COVID-19 Naik, IDI Minta Pemda Sediakan Tempat Isolasi Pasien Gejala Ringan

Kasus COVID-19 Naik, IDI Minta Pemda Sediakan Tempat Isolasi Pasien Gejala Ringan

News | Sabtu, 19 Juni 2021 | 13:54 WIB

Pengamat Nilai Penularan COVID-19 Akan Tetap Terjadi Kalau Warga Tak Disiplin Prokes

Pengamat Nilai Penularan COVID-19 Akan Tetap Terjadi Kalau Warga Tak Disiplin Prokes

Jakarta | Sabtu, 19 Juni 2021 | 13:28 WIB

Terkini

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:25 WIB

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 08:15 WIB

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:13 WIB

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Bali | Minggu, 13 September 2026 | 07:58 WIB

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 07:53 WIB

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:45 WIB

×